Jakarta

Asal-usul Julukan Macan Kemayoran untuk Persija Jakarta, Berakar dari Kisah Jawara Betawi di Masa Penjajahan Kompeni

Fikri Hidayatulloh | 14 April 2024, 23:06 WIB
Asal-usul Julukan Macan Kemayoran untuk Persija Jakarta, Berakar dari Kisah Jawara Betawi di Masa Penjajahan Kompeni

AKURAT JAKARTA - Persija Jakarta merupakan klub sepak bola kebanggaan masyarakat Ibu Kota Indonesia tersebut.

Klub yang lahir pada 28 November 1928 itu memiliki julukan sebagai Macan Kemayoran.

Dikutip dari Buku SAHABATKU INDONESIA terbitan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan 2019, julukan Persija sebagai Macan Kemayoran ini diambil dari legenda Jawara Betawi, Murtado.

Baca Juga: Tips: Cara CERDIK dan Sehat Kembali Beraktivitas Sesudah Libur Lebaran 2024 ala Praktisi Kesehatan Masyarakat, Simak di Sini

Murtado hidup semasa Betawi masih berada dalam penjajahan Kompeni Belanda.

Sejak kecil Murtado dididik ilmu agama, pelajaran sekolah, dan ilmu bela diri oleh ayahnya di Kemayoran.

Pada masa penjajahan, Kompeni bertindak semakin sewenang-wenang, sementara kejahatan preman-preman terus merajalela.

Baca Juga: Legenda Si Pitung dari Betawi, Pahlawan di Mata Rakyat Jelata dan Perampok di Mata Kompeni

Bahkan, Pemimpin Kemayoran bernama Bek Lihun kala itu menjadi kaki tangan Kompeni.

Dengan dibantu Mandor Bacan, mereka menjadi pembela paling lantang bagi kepentingan kompeni dari pribumi.

Suatu ketika, Murtado yang dikenal santun di kalangan masyarakat Betawi meledak marah akibat pacarnya digoda Bacan.

Baca Juga: Bosan dengan Opor dan Rendang, Simak Resep Mie Ayam Bakso Rumahan yang Kerap Diburu di Momen Lebaran

Murtado dan Bacan berduel sengit. Murtado yang menguasai bela diri mengeluarkan jurus silat untuk mengalahkan Bacan.

Namun, Bacan yag tidak terima dikalahkan Murtado kemudian melaporkannya ke Bek Lihun.

Namun, Bek Lihun pun mampu dikalahkan Murtado saat mereka berduel.

Baca Juga: Hari Ini dan Besok Ada Pertunjukkan Es Skating di Indonesia Arena Berjudul Peter Pan on Ice, Simak Jadwalnya dan Harga Tiketnya

Akhirnya, Bek Lihun memilih untuk bersahabat dengan Murtado.

"Murtado, kompeni terus menegurku. Gara-gara dipalak Warsa, si preman itu, penduduk kampung kita jadi tak mampu membayar pajak. Bantulah aku menumpasnya!" pinta Bek Lihun kepada Murtadi.

Murtado sempat dilanda kebimbangan, karena membantu Bek Lihun sama saja  membantu Kompeni.

Baca Juga: Kamu Mau Ikut Arus Balik Lebaran Idulfitri Melewati Batang? 7 Prasasti Jadi Saksi Bisu Kabupaten Yang Kamu Lalui Ini Bukan Kaleng-kaleng!

Namun, Murtado akhirnya bersedia membantu Bek Lihun memberantas kawanan perampok. "Baiklah. Bagaimanapun aku merasa wajib melindungi penduduk kampung," ujar Murtado.

Singkat cerita, Murtado akhirnya mengalahkan Warsa. Hasil rampokan sekawanan Warsa akhirnya juga dikembalikan kepada penduduk.

Cerita kalahnya sekawanan Warsa lalu sampai ke telinga Kompeni berkat Bek Lihun. Kompeni pun lalu menawarinya jabatan menjadi Pemimpin Kemayoran.

Baca Juga: JANGAN KELEWATAN! Pameran Kendaraan Listrik, PEVS 2024 Digelar Akhir Bulan Ini, Simak Informasinya

Namun, Murtado menolak dengan alasan ia ingin menjaga keamanan penduduk dengan caranya sendiri.

Karena keberaniannya itu, penduduk Kemayoran dan Kompeni menjuluki Murtado sebagai Macan Kemayoran.

Nah, kisah keberanian Murtado inilah yang mengilhami Persija Jakarta mengadopsi julukan Macan Kemayoran dengan harapan Persija memiliki sifar pemberani dan pantang menyerah di lapangan hijau.

Baca Juga: Perubahan Positif: Misi Bang Zaki untuk Jakarta

Julukan itu rupanya menjadi doa baik bagi Persija karena sering mencetak prestasi, sejak berdiri hingga sekarang.

Persija Jakarta juga telah menjadi salah satu tim elite di panggung sepak bola Indonesia.*

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.