Jakarta

Ini Kriteria Gubernur Jakarta Paling Ideal Menurut Ahok: Tak Penting Popularitas, Tapi...

Sastra Yudha | 9 Mei 2024, 20:01 WIB
Ini Kriteria Gubernur Jakarta Paling Ideal Menurut Ahok: Tak Penting Popularitas, Tapi...

AKURAT JAKARTA - Akhir tahun ini, warga Jakarta akan Kembali memilih pemimpinnya. Pemilihan gubernur dan wakil gubernur atau Pilgub Jakarta akan dilaksanakan pada 27 November 2024.

Sejumlah nama telah digadang-gadang untuk maju dalam Pilgub Jakarta. Ada Anies Baswedan, Ahmed Zaki Iskandar, Sri Mulyani, Tri Rismaharini, Ahmad Sahroni, Ahmad Riza Patria, Sandiaga Uno, Jenderal (purn) Andika Perkasa, dan masih banyak lagi.

Salah satu mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, punya kriteria tersendiri untuk calon gubernur Jakarta yang ideal.

Gubernur yang ideal untuk memimpin Jakarta lima tahun ke depan, menurut Ahok, adalah yang berani melakukan eksekusi, bukan yang pandai berwacana.

Baca Juga: Henry Moodie dan Nadhif Basalamah Bagikan Kisah Dibalik Proses Penulisan Lagu-Lagu Hit-nya

"Yang paling penting bagi saya bukanlah sekadar kajian-kajian, yang paling penting adalah anda berani melakukan eksekusi," ujar Ahok dalam episode perdana Ask Ahok Anything [A3] di kanal YouTubenya 'Panggil Saya BTP'.

Menurut Ahok, popularitas bukanlah prioritas utama. Baginya, yang terpenting dari seorang pemimpin itu adalah hasil dari tindakan yang diambil.

"Tidak penting menjadi populer, yang penting adalah menjalankan eksekusi, sehingga kita bisa meninggalkan legacy bahwa apa yang kita kerjakan telah memberikan dampak positif bagi rakyat," tegas Ahok.

Mantan Gubernur Jakarta ini mengatakan, siapapun yang diberikan kepercayaan untuk memimpin Jakarta, boleh mempertimbangkan program-program yang pernah diusungnya.

Baca Juga: Konser Musik Anime Symphony: Resonance 2024 Bakal Digelar di JIEXPO Convention Center, Catat Tanggalnya

Namun, bukan hanya sekadar wacana dan perencanaan saja, tetapi lebih kepada kemauan untuk melaksanakan apa yang telah direncanakan.

Ahok dikenal luas oleh masyarakat setelah menjabat sebagai Gubernur Jakarta pada 19 November 2014.

Ahok menggantikan Joko Widodo atau Jokowi yang terpilih menjadi Presiden Indonesia pada Pilpres 2014.

Pada Pilgub DKI Jakarta tahun 2017, Ahok maju berpasangan dengen Djarot Saipul Hidayat.

Namun Ahok-Djarot kalah dari pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno. (*) 

 

(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.