Balasan Menohok Ketua DPW PKS Jakarta atas Voice Note Anies Baswedan, Ungkit Pilgub Jakarta 2017 hingga Pilpres 2024, Berikut Transkip Lengkapnya!

AKURAT JAKARTA - Sepekan ini dunia berpolitikan Jakarta dihebohkan dengan bocornya rekaman pesan suara atau Voice Note dari Anies Baswedan untuk Ketua DPW PKS Jakarta, Khoiruddin.
Dalam rekaman voice note itu, Anies Baswedan mempertanyakan soal deadline yang diberikan PKS kepada Anies, untuk mendapatkan partai koalisi agar bisa mengusung pasangan Anies Baswedan - Sohibul Iman.
Dalam voice note berdurasi 9 menit 56 detik itu, Anies mengaku kaget soal adanya deadline 40 hari dari PKS untuk mencari partai koalisi.
Sebelumnya, Jubir PKS M Khalid mengatakan bahwa Anies diberi waktu 40 hari hingga 4 Agustus 2024 untuk menggaet partai lain berkoalisi dengan PKS di Pilgub Jakarta.
Karena Anies tak bisa memenuhi deadline untuk mendapatkan dukungan dari partai lain, maka PKS membuka ruang untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
Itu artinya, dukungan PKS kepada Anies di Pilgub Jakarta, terancam dibatalkan. Dan Anies bisa gagal maju Pilgub Jakarta, karena tidak ada partai yang mengusungnya.
Nah, setelah ramai voice note atau pesan suara Anies yang bocor, kini giliran Ketua DPW PKS Jakarta, Khoiruddin, yang menyampaikan pesan suara atau voice note sebagai jawaban atas voice note Anies Baswedan.
Berikut transkip lengkap isi pesan suara atau voice note Ketua DPW PKS, Khoirudin, yang ditujukan kepada Anies Baswedan, sebagai jawaban atas voice note Anies yang bocor ke publik:
Pak Anies yang saya hormati, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih atas kiriman voice note ke saya, Khoirudin, sebagai Ketua DPW PKS Jakarta.
Dan berikut saya kirim voice note ke Pak Anies yang saya hormati sebagai tanggapan pesan suara yang Pak Anies kirim ke saya.
Tapi entah bagaimana, malah sudah tersebar kemana-mana. Sebagiannya malah dengan berbagai bumbu tidak sedap yang tidak sesuai dengan apa yang Pak Anies harapkan dalam voice note tersebut. Yaitu tidak munculnya saling berbantahan di publik.
Karena Pak Anies menegaskan dalam voice note itu bahwa Pak Anies tetap memposisikan PKS sebagai teman dalam perjuangan. Dan karenanya Pak Anies menghormati apapun keputusan partai.
Karena Pak Anies tentu masih ingat bahwa demi mencalonkan Pak Anies sebagai calon gubernur dalam Pilgub di Jakarta tahun 2017, PKS rela berkorban dengan menarik pencalonan kader utamanya yaitu Pak Mardani Ali Sera.
Bahkan ketika Pak Sandiaga Uno mundur dari Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk menjadi cawapres dan menyatakan bahwa Wakil Gubernur Jakarta menjadi jatah PKS dan ketika PKS tidak juga mendapatkan haknya itu, PKS tetap menjadi kawan Pak Anies hingga selesai Husnul Khatimah sebagai Gubernur Jakarta. Dan bahkan mengusung sebagai calon presiden dalam Pilpres 2024 bersama Nasdem dan PKB.
Maka sebagai teman izinkan saya mengklarifikasi apa yang Pak Anies sampaikan pada pesan suara kemarin soal pemberian tenggat waktu 40 hari hingga tanggal 4 Agustus.
Para jubir mengambil kesimpulan dari fakta bahwa menurut Presiden PKS sudah sejak 20 Juni 2024 sudah menyampaikan secara langsung ke Pak Anies soal keputusan DPTP PKS yang mencalonkan Pak Anies sebagai calon Gubernur dengan calon Wakil Gubernurnya dari kader PKS yaitu Bapak Muhammad Sohibul Iman, PhD.
Dan mengingatkan bahwa PKS tidak bisa mengusung sendiri dan meminta Pak Anies juga untuk memastikan Nasdem dan atau PKB untuk ikut mengusung pasangan ini. Dan secara terbuka keputusan ini diumumkan oleh Presiden PKS pada tanggal 25 Juni 2024.
Dan untuk kedua peristiwa ini Pak Anies menyambut positif dengan menjawab langsung ke Presiden PKS maupun via rekaman dari Spanyol yang diunggah di Medsos.
Dari situ kami menyimpulkan bahwa Pak Anies sudah menerima keputusan DPTP mencagubkan Pak Anies dengan Pak Sohibul Iman sebagai cawagubnya.
Maka ketika akhir Juli Presiden PKS didampingi PIC-nya menyampaikan keputusan PKS langsung ke Pak Anies soal tenggat waktu 4 Agustus tentu bukan soal persetujuan Pak Anies terhadap Pak Sohibul Iman sebagai cawagub untuk Pak Anies melainkan keberhasilan Pak Anies untuk mendapatkan kepastian tambahan dukungan dari partai lain seperti Nasdem dan atau PKB.
Agar Pak Anies dan Pak Sohibul Iman dapat didaftarkan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta.
Karena sejak awal tentu Pak Anies paham bahwa sekalipun PKS dengan 18% persen perolehan kursi DPRD jadi pemenang pemilu legislatif di Jakarta tahun 2024 tapi belum bisa sendirian mencalonkan gubernur.
Tidak seperti saat PKS menang pileg di Jakarta tahun 2004 yang lalu. Saat itu PKS menang dengan 24% sehingga bisa mencalonkan gubernur dan wakil gubernur secara sendirian.
Presiden Ustadz Ahmad Syaikhu selain secara terbuka meminta Pak Anies untuk berusaha agar bisa mendapatkan tambahan dukungan Juga Pak Ustadz Ahmad Syaikhu secara terbuka sudah memperjuangkan Pak Anies dan Pak Sohibul Iman agar bisa mendapat dukungan maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dengan menyampaikan meminta dukungan dari pimpinan partai Nasdem, Perindo, PSI, PKB bahkan Gerindra sekalipun.
Tetapi sampai melewati tanggal 4 Agustus ketika PSI dan PKS menanyakan hasil perjuangan Pak Anies untuk mendapatkan kepastian dari Nasdem dan atau PKB untuk mencalonkan Pak Anies ternyata Pak Anies belum bisa mendapatkan kepastian.
Sementara dari pimpinan Nasdem, Pak Sahroni dan PKB Pak Jazilul Fawait justru pada akhir Juli dan awal Agustus malah menyampaikan pernyataan terbuka yang mudah dipahami bahwa mereka tidak jadi tidak melanjutkan dukungan pada Pak Anies sebagai calon gubernur di Jakarta.
Demikianlah fakta yang juga di PKS sampaikan yang juga didapatkan.
Sementara saya Khoirudin pernah sampaikan langsung ke Pak Anies agar kalau tidak menerima Sohibul Iman maka Pak Anies bisa mengenakan jaket putih masuk sebagai kader PKS.
Jadi, nanti sebagai calon gubernur dari PKS sehingga bisa mengambil calon wakil gubernur dari luar PKS. Tetapi waktu itu Pak Anies tidak menyambut positif ajakan tersebut malah menyampaikan keinginan Pak Anies untuk netral.
Demikian Pak Anies klarifikasi kami tentu kami tidak berharap adanya saling berbantahan tapi juga agar warga yang terlanjur mendapatkan sebaran voice note dari Pak Anies mendapatkan informasi yang seimbang dan yang sebenarnya.
Kami sepakat dengan Pak Anies perjuangan untuk wujudkan Jakarta yang maju kotanya dan bahagia warganya masih panjang dan perlu terus diperjuangkan oleh siapapun pemimpin Jakarta. Apalagi dengan posisi Jakarta sekarang dengan adanya IKN tidak lagi absolut disebut sebagai DKI Jakarta tetapi menjadi DKJ.
Maka mari bersama-sama sebagai sahabat dan sesama warga Jakarta mari menguatkan ukhuwah menjauhkan fitnah dan menghidupkan demokrasi dengan saling menghormati.
Apalagi kemarin saat ketentuan saat pertemuan di acara pelimahan Ustadz Suhaimi, anggota DPRD dari PKS, Pak Anies malah menyampaikan langsung ke saya Khairuddin bahwa Pak Anies ridho menerima keputusan Partai PKS karena keputusan PKS memang hanya untuk kemaslahatan Jakarta dan warganya.
Terima kasih Pak Anies, salam hormat dari kami untuk seluruh keluarga.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Nyala Ainun, Penulis Cilik Tangsel yang Telah Melahirkan 9 Buku dan Sabet Berbagai Penghargaan
- 2Buka Workshop di Japfa Food Indonesia, Wabup Intan Dorong Dunia Usaha Perkuat Pengelolaan Sampah Mandiri
- 3Gandeng Warga Sunter Agung dan Papanggo, Jakpro Luncurkan Program Pemilahan Sampah Berbasis Komunitas
- 4Kemendikdasmen Buka Pertukaran Pelajar ke Tokyo Gratis untuk Siswa SMK, Cek Syaratnya!
- 5Profil Kapolri Baru Komjen Suyudi Ario Seto Pilihan Presiden, Sudah Disetujui DPR
- 6Tak Perlu Cemas Titik Buta, Keterbatasan Visibilitas Belakang Jetour T2 i-DM Berhasil Teratasi Kamera 360
- 7Jetour T2 i-DM Resmi Mengaspal Bawa Bagasi Luas dan Fitur Kepraktisan Lengkap, Jadi Opsi Menarik untuk Mendukung Aktivitas Luar Ruangan
- 8Jetour T2 i-DM Resmi Dijual Rp 688 Juta, SUV PHEV Bergaya Boxy Bawa Kabin Modern dan Nyaman
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



