Jakarta

Sebelumnya Janji Tak Akan Nyoblos di Pilkada Jakarta, Loyalis Anies ini Disebut Jilat Ludah Sendiri, Netizen: Harga Dirimu Dibayar Berapa Ember?

Sastra Yudha | 21 November 2024, 12:53 WIB
Sebelumnya Janji Tak Akan Nyoblos di Pilkada Jakarta, Loyalis Anies ini Disebut Jilat Ludah Sendiri, Netizen: Harga Dirimu Dibayar Berapa Ember?

AKURAT JAKARTA - Heboh di media sosial pernyataan loyalis Anies Baswedan, Geisz Chalifah, yang pernah menyebut dirinya akan golput alias tidak akan memilih di Pilgub Jakarta.

Bahkan, Geisz sempat menyebut-nyebut soal harga diri. Namun belakangan, orang dekat Anies Baswedan ini justru menjadi tim sukses Pramono Anung - Rano Karno.

Netizen pun menghujat sikapnya yang disebut mencla-mencle. Pagi kedelai, sore tempe. Tidak punya pendirian. Bahkan ada yang bertanya, dibayar berapa sehingga Geisz menjual harga dirinya.

Baca Juga: Rencana Tahun Baru ke Puncak? Bakal Ada Bus Gratis Sepanjang Jalan Raya

Pernyataan Geisz soal tak akan memilih salah satu Cagub-Cawagub Jakarta itu dapat dilihat di chanel youtube milik Bambang Widjojanto.

"Kalau saya sudah langsung pada tahapan, ya mohon maaf, saya punya harga diri sebagai warga Jakarta. Kalau saya terlibat untuk memilih salah satu calon dalam Pilkada ini, maka sepertinya saya menggadaikan harga diri saya," katanya dalam podcash dengan Bambang.

Dalam video tersebut, Geisz menyatakan bahwa sikapnya itu berasal dari hati nurani dan kesadaran pribadi. "Saya tidak mau menggadaikan harga diri saya," tegasnya.

Bahkan, Geisz menyebut, jika dirinya berkompromi untuk memilih salah satu Cagub Jakarta, maka sama saja dengan dirinya mentoleransi kejahatan.

"Kalau saya tidak melawan, maka sama saja saya mentoleransi kejahatan. Saya tidak punya toleransi terhadap kejahatan tirani kompetisi," katanya.

Tak hanya itu, mantan komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol di era Anies ini, juga menyebut-nyebut nama Ali Mochtar Ngabalin, Ade Armando, hingga Dedek Uki.

Baca Juga: CATAT! Konser Sheila On 7 Bakal Digelar di Kota Ini, Berikut Info Tanggal dan Lokasinya

"Kalau mau pakai perbandingan, misalkan saya dengan Ngabalin, Ade Armando, Dedek Uki dan semacamnya lah. Kan sangat mudah dalam situasi ini, saya pindah dukungan," katanya.

"Lihat-lihat siapa yang bakal menang nih, apakah Ridwan Kamil, Pramono Anung atau Dharma. Dengan bargaining tentunya. Bisa kan dalam situasi sepenti ini, dan itu ada nilainya kan? Tapi saya tidak mau menjual harga diri saya semurah itu," pungkasnya.

Sikap Geisz ini berbanding terbalik 180 derajat. Geisz telah menjilat ludahnya sendiri. Karena nyatanya, ia menjadi timses Pramono - Rano Karno.

Geisz terlihat di debat ketiga Pilgub Jakarta yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, pada Minggu (17/10/2024) lalu.

Pada acara tersebut, sejumlah tokoh hadir untuk mendampingi masing-masing paslon.

Saat itu, Geisz Chalifah terlihat hadir di barisan pendukung paslon Pramono Anung - Rano Karno. Geisz terlihat duduk di bagian panggung debat, tepat di belakang Pramono-Rano.

Ia mengenakan jaket oranye dengan aksen putih di bagian lengan, serta angka 3 di sisi kiri jaketnya.

Selama Pramono menyampaikan visi dan misinya, Geisz tampak serius menyimak apa yang disampaikan oleh cahub nomor urut tiga itu.

Baca Juga: JANGAN LUPA! Besok Konser Gratis Slank di Kota Padang, Yuk Merapat Catat Lokasinya di Sini

Hal ini pun menuai banyak komentar netizen. Ada yang mempertanyakan, dibayar berapa hingga Geisz Chalifah beralih mendukung Cagub dari PDI Perjuangan tersebut. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.