Jakarta

Lihat Pameran Kaligrafi China di Perpustakaan Nasinal, Liburan Sambil Tambah Wawasan

Ainun Kusumaningrum | 21 Oktober 2023, 18:27 WIB
Lihat Pameran Kaligrafi China di Perpustakaan Nasinal, Liburan Sambil Tambah Wawasan

AKURAT JAKARTA - Pameran kaligrafi China "The Fourth OCCA Calligraphy and Painting Exhibition" digelar di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta. 

Pameran digelar Overseas Chinese Calligraphers Association (OCCA) dan Confucius Institute Universitas Al Azhar Indonesia (UAI)

Pameran yang digelar untuk merayakan 10 tahun terjalinnya kemitraan strategis komprehensif antara Indonesia dan China, digelar pada 20—22 Oktober 2023.

Baca Juga: Sejarah Jakarta: Asal Usul Kalibata Dulu Sungai Penuh Batu

Pameran tersebut menampilkan hampir 400 kaligrafi dan lukisan China buatan seniman Tionghoa yang berasal dari 40 negara di seluruh dunia.

Seperti Indonesia, China, Malaysia, dan Amerika Serikat.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sylviana Murni mengatakan, pameran kaligrafi China ini wahana untuk apresiasi kebudayaan China bagi masyarakat Indonesia dan interaksi budaya antara kedua negara.

Baca Juga: Sah! Golkar Usung Gibran Jadi Cawapres Prabowo di Pilpres 2024

“Kedua negara ini saling menghargai dan menghormati, dan untuk kita di Indonesia khususnya sangat menghargai hasil karya kaligrafi,” kata Sylviana dilansir dari Antara.

Menurutnya, kaligrafi aksara China berbeda dari kaligrafi Arab yang biasa ditemui masyarakat Indonesia, khususnya bagi masyarakat Muslim.

“Artinya, kita harus terus saling belajar, karena itulah yang membuat pikiran kita jadi terbuka,” katanya.

Baca Juga: Resep Bola Susu Warna Warni, Anti Ribet dan Irit Budget, Cocok untuk Ide Jualan

Hubungan baik yang saat ini terjalin antara Indonesia dan China harus dimanfaatkan dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang memajukan kedua negara.

Indonesia pun bisa maju dari aspek sosial, budaya, ekonomi, dan bidang-bidang lainnya melalui hubungan baik tersebut, ucapnya.

Sylviana juga berharap akan ada pameran seni di mana kaligrafi China dan Arab dipamerkan berdampingan, sebab, kebudayaan melampaui batasan suku bangsa dan agama dan disatukan oleh kemanusiaan.

“Kalau bisa digabungkan antara kaligrafi Islami dengan kaligrafi China, wah pasti cantik sekali,” ungkap dia.

Selain Sylviana, pembukaan pameran tersebut turut dihadiri Kuasa Usaha Kedutaan Besar China Zhou Kan, Ketua Umum Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Hayono Isman.

Serta tokoh Tionghoa dan Ketua Pengurus Besar Persatuan Liong & Barongsai Seluruh Indonesia (PB-PLBSI) Nurdin Purnomo.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.