Jakarta

Lebaran di Probolinggo, Jangan Lupa Wisata Religi ke Masjid Ar Raudloh yang Berusia Hampir 300 Tahun, Didirikan Oleh Kyai Ronggo

Sastra Yudha | 31 Maret 2025, 11:05 WIB
Lebaran di Probolinggo, Jangan Lupa Wisata Religi ke Masjid Ar Raudloh yang Berusia Hampir 300 Tahun, Didirikan Oleh Kyai Ronggo

AKURAT JAKARTA - Jika kalian sedang lebaran Idul Fitri di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, jangan lupa berwisata ke Masjid Ar-Raudloh.

Selain megah dan instagramable, Masjid Ar-Raudloh juga memiliki nilai sejarah yang penting bagi penyebaran Islam di tanah Jawa.

Masjid Ar-Raudloh berada di sebelah barat Alun-alun Kraksaan, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur.

Konon Masjid Ar-Raudloh ini merupakan masjid tertua di Kabupaten Probolinggo. Masjid ini dibangun pada tahun 1734, atau berusia hampir 300 tahun.

Baca Juga: Pasca Lebaran 2025, Berbagai Lokasi Wisata Ini Bakal Diterapkan Rekayasa Lalin oleh Dishub DKI, Mulai dari Ragunan hingga Monas

Menurut cerita masyarakat setempat, Masjid Ar-Raudloh ini pertama kali didirikan oleh seorang ulama asal Madura bernama Kyai Haji Abdul Wahab, atau yang lebih dikenal sebagai Kyai Ronggo.

Kyai Ronggo merupakan ulama sekaligus perintis berdirinya wilayah Kraksaan, yang saat ini menjadi ibu kota dari Kabupaten Probolinggo.

Seiring berjalannya waktu, masjid yang berdiri di atas lahan seluas 3.560 meter persegi ini telah beberapa kali mengalami pemugaran.

Meski sebagian besar bangunan sudah direnovasi, namun ada beberapa bagian penting yang masih dipertahankan sampai sekarang.

Beberapa bukti sejarah yang masih dipertahankan hingga kini antara lain: empat pilar penyangga utama dan tembok bangunan utama yang memiliki ketebalan mencapai 0,5 meter.

Empat pilar penyangga Utama tersebut terbuat dari kayu jati berukuran 6 x 6 meter persegi.

Sedangkan tembok bangunan utama terbuat dari bata merah yang sangat tebal, yang menjadi ciri khas bangunan berusia tua.

"Bangunan lama masih utuh, tidak diubah semua, dan tidak diganti. Seperti empat pilar kayu jati penyanggah dan kerangka kayu belum diubah-ubah," kata Takmir Masjid Ar-Raudloh, Ustadz Mohamamad Yusuf.

Baca Juga: D’Masiv Akan Gelar Tour Japan Pop Journey 2025 di 3 Kota Besar di Jepang, Mana Saja? Berikut Jadwal Lengkapnya!

Selain itu, ada juga sumber mata air yang diberi nama mata air Barokah Kyai Ronggo. Mata air ini sudah berusia ratusan tahun, namun tidak pernah kering.

Lalu, di sudut masjid, masih tersimpan peninggalan Kyai Ronggo berupa bedug kecil yang terbuat dari potongan kayu utuh.

Setelah beberapa kali mengalami pemugaran dan renovasi, Masjid Ar-Raudloh kini tampak megah. Saat ini, mampu menampung 2 ribu jemaah.

Pada Ramadhan hingga Idul Fitri, Masjid Ar-Raudloh ini biasanya selalu ramai disinggahi pemudik.

Jadi, bagi kalian yang saat ini sedang mudik ke Jawa Timur, jangan lupa singgah ke Masjid Ar-Raudloh. (*)

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.