Baduy Luar Kini Punya Kamar Mandi Umum Setelah 3 Kali Ganti Desain, Ini Keunikannya!

AKURAT JAKARTA - Baduy Luar kini memiliki lima kamar mandi umum baru yang dibangun sesuai dengan aturan adat setempat.
Fasilitas ini terletak di beberapa titik, termasuk Kampung Kaduketug 1, Kaduketug 2, Kaduketug 3, Legok Jeruk, dan Cicakal Muara.
Pembangunan kamar mandi ini diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan wisatawan yang datang ke kawasan Baduy Luar, tanpa mengesampingkan nilai-nilai adat yang dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat.
Baca Juga: Ingin Liburan Anti-Mainstream? Yuk, Nikmati Museum Malam di Jakarta!
Ketua Adat Kampung Baduy Luar, Jaro Oom, menyambut baik pembangunan ini.
"Alhamdulillah, Pembuatan saung kamar mandi ini sangat berguna bukan hanya untuk masyarakat, tetapi juga untuk wisatawan agar lebih nyaman saat ke saung cai. Kami berharap wisatawan juga akan semakin banyak datang ke sini," kata Jaro Oom seperti dikutip dari Antara, Selasa (20/5/2025).
Ini menunjukkan bahwa meskipun terbuka untuk wisata, komunitas Baduy tetap menjaga kearifan lokal dalam setiap aspek pembangunan.
Baca Juga: Menguak Asal Usul Unik Nama-Nama Jalan di Jakarta: Dari Warung Buncit hingga Glodok
Namun, membangun kamar mandi umum di Baduy Luar bukanlah tugas yang mudah.
Menurut Direktur LSPDI-Desain Interior, Rohadi, diperlukan proses panjang untuk menyesuaikan desain dengan ketentuan adat.
"Lebih tiga kali saya bawa desain kamar mandi ke sini tetapi jika mereka bilang tidak pas ya tidak, masyarakat Baduy menjunjung tinggi aturan adat sampai hal terkecil sekalipun," ungkapnya.
Ini menunjukkan betapa pentingnya menghormati tradisi lokal dalam setiap langkah pembangunan.
Saung Kamar Mandi yang Alami dan Ramah Lingkungan
Saung kamar mandi ini dibangun dengan bahan alami dan mengikuti prinsip keberlanjutan.
Air yang digunakan untuk mandi dan mencuci dialirkan langsung dari mata air pegunungan, tanpa melibatkan bahan kimia.
Masyarakat Baduy bahkan memiliki cara unik untuk menjaga kebersihan, seperti menggunakan daun honje atau kecombrang sebagai pengganti sabun dan sabut kelapa sebagai sikat gigi alami.
Aturan adat mereka melarang penggunaan sabun dan sampo karena dianggap mencemari lingkungan.
Bahkan, untuk mencuci pakaian, mereka hanya mengandalkan batu sungai sebagai pengganti deterjen.
Dengan pendekatan alami ini, masyarakat Baduy membuktikan bahwa keharmonisan dengan alam adalah prioritas utama dalam kehidupan mereka. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 5Prediksi Skor Bayern Munich vs Union Berlin di Bundesliga, 19 September 2026: Mampukah Die Eisernen Tahan Gempuran Tuan Rumah?
- 6Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 7Prediksi Skor Osasuna vs Rayo Vallecano di La Liga, 19 September 2026: Duel Dua Tim dengan Tujuh Poin di El Sadar
- 8Prediksi Skor Bologna vs Torino di Serie A, Sabtu, 19 September 2026: Mampukah Raffaele Palladino Bawa Efek Instan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

