Jembatan Kota Intan, Jejak VOC yang Kini Jadi Surga Fotografi di Kota Tua

AKURAT JAKARTA - Di sudut kawasan Kota Tua Jakarta, berdiri sebuah saksi bisu perjalanan panjang Batavia sejak abad ke-17, yaitu Jembatan Kota Intan.
Jembatan tua yang membentang di atas Kali Besar ini bukan sekadar penghubung antarwilayah, melainkan juga peninggalan bersejarah yang telah menyaksikan jatuh bangunnya sebuah kota pelabuhan.
Dibangun pada tahun 1628 oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), jembatan ini awalnya berfungsi sebagai jembatan jungkit atau bascule bridge.
Baca Juga: Pekojan, Jejak Kampung Arab Tertua di Jakarta
Bagian tengahnya bisa diangkat agar kapal dagang dari pelabuhan Sunda Kelapa dapat melintas dengan mudah.
Pada masanya, infrastruktur ini menjadi nadi perdagangan, sekaligus simbol kejayaan Batavia sebagai kota dagang internasional.
Seiring waktu, jembatan ini mengalami berbagai perubahan nama sesuai dengan situasi sekitarnya.
Baca Juga: 3 Tempat Makan Bubur Ase Legendaris di Jakarta yang Wajib Dicoba
Dari sebutan Engelse Brug karena adanya benteng Inggris, hingga Hoenderpasarbrug yang merujuk pada pasar ayam di dekatnya.
Setelah kemerdekaan, ia dikenal dengan nama yang melekat hingga kini, Jembatan Kota Intan.
Nama tersebut merujuk pada Bastion Diamant (intan), salah satu benteng pertahanan Kastil Batavia.
Baca Juga: Festival Budaya Jepang di Jakarta Kembali Digelar, Intip Keseruan Jak-Japan Matsuri 2025
Kini, jembatan sepanjang kurang lebih 30 meter dengan lebar 4,4 meter ini sudah tidak lagi berfungsi sebagai jembatan angkat.
Namun, keindahan konstruksi kayu dan baja yang berpadu dengan panorama Kali Besar menjadikannya destinasi wisata budaya yang menarik.
Pemerintah DKI Jakarta pun telah merestorasi area ini, menghadirkan jalur pedestrian serta dek pandang yang membuat pengunjung betah berlama-lama.
Bagi pecinta fotografi, Jembatan Kota Intan adalah lokasi ideal untuk berburu gambar.
Dari sudut manapun, jembatan ini menawarkan komposisi visual yang unik: struktur kayu klasik, pantulan air Kali Besar, hingga latar belakang bangunan tua di sekitarnya.
Saat sore hari, cahaya matahari yang hangat membuat suasana semakin dramatis, menjadikan setiap jepretan kamera seperti potongan kartu pos tempo dulu.
Tidak berlebihan jika menyebut Jembatan Kota Intan sebagai salah satu spot terbaik di Jakarta untuk merasakan nostalgia kolonial sekaligus mengabadikannya dalam bingkai foto.
Di tengah hiruk pikuk kota modern, tempat ini menawarkan ketenangan, keindahan, dan sejarah yang bisa dinikmati lewat lensa. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 3Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 7Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 8Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




