Jakarta

Tolak Pembangunan Sutet, Demo PMII di Depan Balai Kota Jakarta Berakhir Ricuh, Mahasiswa Adu Mulut dan Dorong-dorongan dengan Polisi

Yasmina Nuha | 27 Juni 2024, 22:24 WIB
Tolak Pembangunan Sutet, Demo PMII di Depan Balai Kota Jakarta Berakhir Ricuh, Mahasiswa Adu Mulut dan Dorong-dorongan dengan Polisi

AKURAT JAKARTA - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pengurus Koordinator Cabang (PKC) DKI Jakarta menggelar aksi demontrasi di halaman Gedung Balai Kota Jakarta, Kamis (27/6/2024).

Mereka tiba di depan gedung Balai Kota Jakarta pada Kamis, 27 Juni 2024, sekitar pukul 17.00 WIB.

Mereka mengenakan jaket organisasi PMII dan membawa spanduk bertuliskan "Tolak Pembangunan Sutet".

Dalam unjukrasa tersebut, PMII menyatakan beberapa tuntutan kepada Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono.

Baca Juga: SERBU! PRJ Ada di Gatot Subroto Akhir Pekan ini, Ada Festival Kuliner, Fashion, Bazar Multi Produk hingga Pentas Seni, GRATIS! Cek Lokasinya di Sini

Salah satu tuntutannya yaitu terkait pembangunan sutet di Jakarta Timur dan Jakarta Utara, yang dinilai menyalahi aturan.

Ketua PKC PMII DKI Jakarta, M. Nadzir Ahyaulilmi, menyampaikan bahwa hasil dari kajian PMII menyatakan, pembangunan menara sutet di kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Timur itu bermasalah.

"Karena memiliki dampak yang sangat berbahaya untuk masyarakat yang tinggal di sekitaran menara," ujarnya di depan gedung Balai Kota, Kamis (27/6/2024).

Nadzir mengatakan, pembangunan sutet berdasarkan SK Gubernur nomor 777 Tahun 2022 itu harus dicabut, karena lebih banyak menimbulkan masalah dibanding manfaatnya.

Diketahui, isi dari SK Gubernur tersebut mengenai penetapan lokasi untuk pembangunan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) 500 Kv di kota administrasi Jakarta Utara dan Jakarta Timur.

Baca Juga: HOREE! Karena Antusiasme Tinggi dari Penggemar Indonesia, Konser Bruno Mars di Jakarta Ditambah Satu Hari Lagi Jadi 3 Hari di Bulan September 2024

Anggota PMII Komisariat Universitas Bung Karno (UBK), Alda, menyampaikan bahwa pembangunan sutet dengan tegangan listrik tinggi itu bisa berdampak kepada kesehatan masyarakat.

"Akibat dari menara sutet ini bisa menjadi penyakit elektromagnetik, bahkan sampai penyakit-penyakit yang mematikan," katanya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, pembangunan sutet ini juga menyebabkan banyak pembebasan lahan atau pengusuran paksa yang akan dilakukan oleh Pemprov DKI.

"Sedangkan menurut kami, hari ini pembangunan menara sutet itu belum ada urgensi apapun untuk pembangunan itu," katanya.

Baca Juga: Elektabilitas di Jakarta Menurun, Golkar Rekomendasikan Ridwan Kamil Tetap di Pilgub Jawa Barat

Dalam aksinya, selain berorasi, mereka juga membakar ban serta memblokade jalan di depan balai kota. Akibatnya, terjadi kemacetan di Jl. Merdeka Selatan.

Aksi unjukrasa ini juga sampai diwarnai kericuhan, adu mulut dan saling dorong antara polisi dengan mahasiswa. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.