Jakarta

Waspada! BMKG Prediksi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Berpotensi Landa Jakarta hingga 21 Desember 2025, Ini Penyebabnya

Sastra Yudha | 16 Desember 2025, 08:19 WIB
Waspada! BMKG Prediksi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Berpotensi Landa Jakarta hingga 21 Desember 2025, Ini Penyebabnya

AKURAT JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi angin kencang yang belakangan melanda wilayah Jakarta berpotensi berlangsung hingga 21 Desember 2025.

Prediksi tersebut disampaikan Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, kepada wartawan di Jakarta, pada Selasa (16/12/2025).

"Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi hujan lebat dan angin kencang ini masih berpotensi berlangsung hingga sekitar 21 Desember 2025," ungkapnya.

Baca Juga: Kebakaran Hebat Landa 350 Kios Buah Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Jaya Sudah Siapkan Kios Sementara

Guswanto menyebut, setelah pertengahan Desember 2025, intensitas angin diperkirakan menurun.

"Angin kencang di Jakarta saat ini merupakan bagian dari fenomena cuaca ekstrem di puncak musim hujan," jelasnya.

Meski demikian, tetap ada potensi hujan deras dan angin lokal hingga akhir bulan Desember 2025.

"Sehingga masyarakat diimbau tetap waspada terhadap dampak seperti pohon tumbang, genangan, dan gangguan aktivitas," imbuhnya.

Guswanto mengungkapkan, penyebab angin kencang yang belakangan ini melanda Jakarta, berkaitan dengan puncak musim hujan.

"Desember adalah periode puncak musim hujan di wilayah barat Indonesia. Kombinasi hujan lebat, awan konvektif, dan perbedaan tekanan udara dapat memicu angin kencang," ujarnya

Baca Juga: Legislator Golkar Judistira Hermawan Raih BK Award 2025, Harap Jadi Motivasi Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan

Guswanto mengatakan, angin kencang yang terjadi di DKI juga karena faktor dinamika atmosfer.

"BMKG mencatat adanya potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di Jabodetabek pada 14-16 Desember 2025," ucap Guswanto.

Angin kencang ini, selain menyebabkan pohon tumbang, juga membuat nelayan di pesisir Marunda enggan melaut, karena gelombang tinggi. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.