Jakarta

Sejarah Jakarta: Asal Usul Cipedak dan Binatang Berbisa

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 2 Oktober 2023, 09:10 WIB
Sejarah Jakarta: Asal Usul Cipedak dan Binatang Berbisa

AKURAT JAKARTA - Cipedak merupakan suatu kampung atau kelurahan yang masuk ke wilayah administrasi Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kelurahan Cipedak di sejumlah sisi berbatasan dengan Ciganjur, Krukut, Tanah Baru, Srengseng Sawah, dan Kota Depok.

Jika melihat sejarah, tak ada yang menyebutkan secara pasti kenapa kemudian kawasan tersebut dinamakan Cipedak.

Namun, ada beberapa cerita yang dipercaya masyarakat terkait asal usul penamaan Cipedak.

Baca Juga: Sejarah Jakarta: Asal usul Sukapura Cilincing

Ada yang menyebut bahwa penamaan Cipedak berkaitan dengan cempedak  (Artocarpus Integer), sejenis buah-buahan yang mirip dengan buah nangka.

Ini karena pelafalan kedua kata tersebut hampir mirip. Namun karena pelafalan orang Betawi, kata Cempedak berubah menjadi Cipedak.

Ada pula yang menyebut bahwa Cipedak berasal dari gabungan dua kata, yakni kata “ci” dan “pedak”.

Baca Juga: Sejarah Jakarta: Asal Usul Pademangan Dulu Tempat Demang Betawi

“Ci” dalam bahasa Sunda berarti kali atau sungai, sementara “Pedak” menurut KBBI berarti binatang berbisa.

Seperti diketahui, kawasan Jakarta masih bernama Batavia, di daerah ini banyak sungai atau kali dan rawa yang tersebar di seluruh wilayah Batavia.

Konon, dahulu di kawasan Cipedak terdapat sebuah sungai atau kali yang di dalamnya banyak hidup atau jadi tempat tinggal binatang berbisa, misal ular.

Baca Juga: Film yang Akan Tayang di Bioskop Awal Oktober Ini, Lengkap dengan Sinopsis dan Jadwalnya

Karenanya, kemudian kawasan itu dinamakan Cipedak.

Bagaimanapun kisah yang mengisahkan tentang asal usul Cipedak ini, nyatanya kawasan itu tetap eksis dan populer hingga saat ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.