Jakarta

Sejarah Jakarta: Asal Usul Duri Kosambi Dulu Perkebunan

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 13 Oktober 2023, 12:25 WIB
Sejarah Jakarta: Asal Usul Duri Kosambi Dulu Perkebunan

AKURAT JAKARTA - Duri Kosambi merupakan satu dari enam kelurahan yang masuk ke dalam wilayah adminitrasi Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Kelurahan ini cukup populer dan strategis. Kawasan ini cukup padat penduduk, banyak pemukiman warga dan gedung perkantoran di Duri Kosambi.

Jika melihat sejarah dan flashback ke masa lalu, penamaan Duri Kosambi ini berkaitan dengan jenis tanaman yang banyak tumbuh di kawasan itu pada zaman dahulu.

BACA JUGA:Pemburu Diskon Merapat! Ada Promo Big Sale dari Gramedia, Harga Buku Mulai Rp. 5 Ribu!

Konon, pada zaman dahulu di Duri Kosambi banyak perkebunan yang dikelola warga, yang tumbuh subur di daerah kering itu.

Perkebunan itu terdiri dari beragam jenis tanaman, mulai dari buah-buahan, sayur-sayuran, hingga beragam jenis pohon lainnya.

Pohon kosambi atau kesambi menjadi salah satu pohon atau tanaman yang tumbuh subur di daerah tersebut pada zaman dahulu.

Pohon yang memiliki nama latin schlechera oleosa itu termasuk ke dalam famili atau kelompok pohon buah rambutan.

BACA JUGA: Generasi 90-an Merapat! Mari Bernostalgia di Pameran Majalah Bobo di Erasmus Huis, Gratis!

Buah kosambi atau kesambi memiliki cita rasa asam kemanis-manisan. Kemudian bijinya bisa diolah menjadi minyak yang biasa disebut minyak kusum.

Minyak kusum dari pohon kosambi memiliki beragam manfaat, seperti perawatan rambut agar rambut sehat, hitam, dan berilau, serta digunakan untuk menumis atau menggoreng.

Tak hanya buah dan biji, kayu dari pohon kosambi pun bisa dimanfaatkan menjadi beragam produk mebel atau dijadikan kayu bakar.

Karena banyaknya pohon kosambi yang tumbuh subur di kawasan itu, masyarakat kemudian menyebut dan menamai daerah itu Duri Kosambi.

BACA JUGA: Catat! Jadwal Konser Gratis di Jabodetabek Weekend Ini, Ada JKT 48, Aldi Taher, Vierrattale, hingga Diskoria

Penambahan kata “duri” mungkin karena pohon kosambi memiliki duri pada bagian batang dan daunnya.

Kini, pohon kosambi tersebut sudah tidak ada dan hilang. Pohon-pohon itu berganti menjadi pemukiman warga, pusat perbelanjaan, dan gedung perkantoraan.

Kendati demikian, Duri Kosambi tetap eksis dan populer hingga saat ini. Kawasan itu pun menjadi salah satu daerah yang dilalui saat warga akan menuju Bandara Soekarno Hatta.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.