Sejarah Jakarta: Asal Usul Duri Kosambi Dulu Perkebunan

AKURAT JAKARTA - Duri Kosambi merupakan satu dari enam kelurahan yang masuk ke dalam wilayah adminitrasi Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
Kelurahan ini cukup populer dan strategis. Kawasan ini cukup padat penduduk, banyak pemukiman warga dan gedung perkantoran di Duri Kosambi.
Jika melihat sejarah dan flashback ke masa lalu, penamaan Duri Kosambi ini berkaitan dengan jenis tanaman yang banyak tumbuh di kawasan itu pada zaman dahulu.
BACA JUGA:Pemburu Diskon Merapat! Ada Promo Big Sale dari Gramedia, Harga Buku Mulai Rp. 5 Ribu!
Konon, pada zaman dahulu di Duri Kosambi banyak perkebunan yang dikelola warga, yang tumbuh subur di daerah kering itu.
Perkebunan itu terdiri dari beragam jenis tanaman, mulai dari buah-buahan, sayur-sayuran, hingga beragam jenis pohon lainnya.
Pohon kosambi atau kesambi menjadi salah satu pohon atau tanaman yang tumbuh subur di daerah tersebut pada zaman dahulu.
Pohon yang memiliki nama latin schlechera oleosa itu termasuk ke dalam famili atau kelompok pohon buah rambutan.
BACA JUGA: Generasi 90-an Merapat! Mari Bernostalgia di Pameran Majalah Bobo di Erasmus Huis, Gratis!
Buah kosambi atau kesambi memiliki cita rasa asam kemanis-manisan. Kemudian bijinya bisa diolah menjadi minyak yang biasa disebut minyak kusum.
Minyak kusum dari pohon kosambi memiliki beragam manfaat, seperti perawatan rambut agar rambut sehat, hitam, dan berilau, serta digunakan untuk menumis atau menggoreng.
Tak hanya buah dan biji, kayu dari pohon kosambi pun bisa dimanfaatkan menjadi beragam produk mebel atau dijadikan kayu bakar.
Karena banyaknya pohon kosambi yang tumbuh subur di kawasan itu, masyarakat kemudian menyebut dan menamai daerah itu Duri Kosambi.
Penambahan kata “duri” mungkin karena pohon kosambi memiliki duri pada bagian batang dan daunnya.
Kini, pohon kosambi tersebut sudah tidak ada dan hilang. Pohon-pohon itu berganti menjadi pemukiman warga, pusat perbelanjaan, dan gedung perkantoraan.
Kendati demikian, Duri Kosambi tetap eksis dan populer hingga saat ini. Kawasan itu pun menjadi salah satu daerah yang dilalui saat warga akan menuju Bandara Soekarno Hatta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Catat! 12 Spot Nobar Gratis Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Tangerang Raya, Cek Lokasinya Di Sini
- 2Prediksi Skor Kosovo vs Austria di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Dardanet Balas Kekalahan?
- 3Prediksi Skor Azerbaijan vs Lithuania di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Malta vs Andorra di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Dominasi?
- 5Info Lokasi Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Jakarta - Bandung, Cek di Sini!
- 6Prediksi Skor Belanda vs Serbia di UNL, 5 Oktober 2026: Oranje Incar Kemenangan Kedua
- 7Prediksi Skor Portugal vs Norwegia di UNL, 5 Oktober 2026: Duel Seru di Porto
- 8Prediksi Skor Yunani vs Jerman di UNL, 5 Oktober 2026: Mampukah Pasukan Klopp Membalas Kekalahan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

