Jakarta

Kasus COVID-19 Naik Lagi, Masyarakat Diminta Tetap Disiplin Prokes

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 7 Desember 2023, 14:10 WIB
Kasus COVID-19 Naik Lagi, Masyarakat Diminta Tetap Disiplin Prokes

AKURAT JAKARTA - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu kembali mengingatkan masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Hal itu menyusul peningkatan kembali kasus COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir. 

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 6 Desember 2023, rata-rata kasus harian COVID-19 bertambah sebanyak 35-40 kasus. 

Baca Juga: Spoiler Chapter 1101 One Piece: Pengungkapan Mengejutkan dan Mengharukan

Sementara, pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit tercatat antara 60-131 orang.

Dengan tingkat keterisian rumah sakit saat ini sebesar 0.06% dan angka kematian 0-3 kasus per hari.

Kenaikan kasus ini didominasi oleh subvarian Omicron XBB 1.5 yang juga menjadi penyebab gelombang infeksi COVID-19 di Eropa dan Amerika Serikat. 

Baca Juga: Duh! Kemenkes Sebut Mycoplasma Pneumoniae Ditemukan di Indonesia

Selain varian XBB Indonesia juga sudah mendeteksi adanya subvarian EG2 dan EG5.

Meskipun ada kenaikan, namun kasus ini masih jauh lebih rendah dibandingkan saat pandemi yang mencapai 50.000 sampai 400.000 kasus per minggu.

“Yang sakit, sekarang mewajibkan diri sendiri pakai masker, cuci tangan pakai sabun, menjaga imunitas dengan konsumsi makanan bergizi seimbang, kemudian jaga jarak, apalagi kalau sedang sakit agar tidak menularkan,” kata Maxi. 

Maxi juga mengingatkan, masyarakat perlu waspada apabila mengalami gejala penyakit yang mengarah pada COVID-19.

Yaknj meliputi batuk, pilek, demam dan gangguan pernapasan, agar segera melakukan pemeriksaan antigen.

“Dengan naiknya ini, siapa yang punya gejala sebaiknya dilakukan testing rapid antigen dan dilaporkan dan tentu dengan kesadaran melakukan isolasi mandiri kalau gejala ringan, kalau berat ke rumah sakit,” tuturnya. 

Selain disiplin prokes, ia juga mendorong masyarakat terutama kelompok rentan agar menyegerakan vaksinasi COVID-19 baik dosis lengkap maupun booster. 

“Lakukan vaksinasi booster, sampai akhir tahun masih gratis untuk seluruh masyarakat," jelas Maxi

"Tahun depan, hanya untuk kelompok rentan seperti lansia dan orang dengan penyakit penyerta serta immunocompromised (orang yang memiliki masalah dengan sistem imun),” pungkasnya. 

Informasi lanjut tentang COVID-19 dapat diakses melalui website https://vaksin.kemkes.go.id/#/scprovinsi dan https://infeksiemerging.kemkes.go.id/dashboard/covid-19. (*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.