Heboh Virus Nipah Serang India , Begini Penjelasan Kemenkes RI Terkait Virus Yang Mirip Corona itu

AKURAT.CO - Negara bagian Kerala, India Selatan, diserang Virus Nipah. Pemerintah setempat mengumumkan lockdown pada Rabu, 13 September 2023.
Penyebaran virus yang mirip Corona ini, telah menyebabkan sejumlah kematian di India, sehingga memaksa pemerintah melakukan tindakan pencegahan yang ketat.
Sebagai respons terhadap situasi tersebut, pemerintah India telah mengambil beberapa langkah.
Sekolah, kantor, dan transportasi umum di zona isolasi tertentu di India telah ditutup. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari Virus Nipah.
Apa itu Virus Nipah dan bagaimana pemerintah Indonesia menyikapi hal tersebut?
Baca Juga: Hendak Mencari Kerja di Kota Tangerang, Gadis 24 Tahun Diperkosa Teman
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah menjelaskan bahwa Virus Nipah adalah penyakit emerging zoonotik, yang berarti dapat menyebar antara hewan dan manusia.
Penularan Virus Nipah dapat terjadi melalui hewan, termasuk hewan liar dan domestik, dengan kelelawar buah famili Pteropodidae sebagai host alamiahnya.
Meskipun bukan penyakit baru, Virus Nipah pertama kali diidentifikasi selama wabah di Malaysia pada tahun 1998-1999, yang kemudian menyebar hingga ke Singapura.
Kemenkes RI mencatat bahwa sejak tahun 1998 hingga saat ini, telah terjadi 700 laporan kasus Virus Nipah pada manusia dengan total 407 kematian yang dilaporkan di 5 negara, termasuk Malaysia, Singapura, India, Bangladesh, dan Filipina.
Bangladesh mencatatkan sebagian besar kasus dan kematian, dengan 48% dari kasus dan 58,5% dari kematian terjadi di sana.
Baca Juga: Terkait Tilang Elektronik Kendaraan Tak Lolos Uji Emisi, Dishub DKI Tunggu Perkembangan di Lapangan
Pada data yang tercatat antara 4 Januari hingga 13 Februari 2023, di Bangladesh terdapat 11 kasus, termasuk 10 kasus konfirmasi dan 1 kasus probable, serta 8 kematian.
Dari 11 kasus tersebut, 10 memiliki riwayat konsumsi date palm sap (getah kurma), dan satu kasus merupakan kasus kontak erat, yaitu seorang dokter yang merawat salah satu pasien.
Pada pertengahan 2021, India, khususnya di wilayah Kerala, melaporkan kasus wabah Virus Nipah yang menyebabkan kematian seorang anak berusia 12 tahun.
Pada Agustus dan September 2023, terlapor KLB kembali di Kerala, India, dengan 4 kasus yang mengakibatkan 2 kematian.
Bagaimana dengan Indonesia? Hingga 14 September 2023, menurut data dari Kemenkes, belum ada laporan kasus konfirmasi penyakit Virus Nipah pada manusia di Indonesia.
Baca Juga: 8 Bahaya dari Kebiasaan Menggigit Kuku yang Harus Kamu Hindari
Namun, beberapa penelitian dan publikasi telah menemukan temuan Virus Nipah pada kelelawar buah (genus Pteropus) pada beberapa lokasi.
Situasi ini memerlukan tindakan hati-hati dan penelitian lebih lanjut untuk memahami dan mengendalikan penyebaran Virus Nipah. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






