Jakarta

Nabi Adam Diturunkan ke Bumi Bukan Karena Makan Buah Khuldi, Begini Cerita yang Benar Menurut Gus Baha

Tiara Juliyanti Putri | 2 Februari 2024, 17:18 WIB
Nabi Adam Diturunkan ke Bumi Bukan Karena Makan Buah Khuldi, Begini Cerita yang Benar Menurut Gus Baha

 

AKURAT JAKARTA - Banyak yang mengisahkan kalau Nabi Adam AS Diturunkan ke bumi karena memakan buah Khuldi alias buah kekekalan di surga. 

Namun kisah tersebut dibantah oleh KH. Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal sebagai Gus Baha.

Bantahan ini disampaikan Gus Baha dalam satu pengajiannya yang diunggah oleh kanal YouTube Ngaji online, pada tanggal 12 Desember 2020.

Berikut Kisah Nabi Adam AS diturunkan ke bumi, seperti dikisahkan Gus Baha.

Baca Juga: Saint Seiya The Los Canvas Jadi Paling Favorit Banyak Orang, Berikut Alasannya 

Nabi Adam AS adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT dan tinggal di Surga.

Semua penduduk surga diperintahkan oleh Allah SWT untuk hormat kepada nabi Adam AS.

Namun ada satu makhluk Allah SWT yang menolak untuk memberikan hormat kepada Nabi Adam AS, yaitu Iblis.

Satu alasan yang membuat iblis enggan untuk memberi hormat pada Nabi Adam AS, yaitu menganggap dirinya lebih mulia dari nabi Adam AS karena iblis diciptakan dari api, sedangkan Adam dari tanah.

Karena tidak menurut pada perintah Allah SWT, membuat iblis diusir oleh Allah SWT untuk keluar dari surga.

Hal inilah yang akhirnya membuat iblis dendam kepada nabi Adam As. Iblis pun mengatur siasat dengan berbagai macam tipu muslihat agar nabi Adam As juga keluar dari surga.

 Baca Juga: Fakta Seputar Nami di One Piece: Pencuri Handal, Ahli Navigasi, dan Suka Gonta-ganti Pakaian

Sejarah tentang Nabi Adam As terdapat dalam kitab suci umat Islam yaitu kitab suci Alquran.

Adalah satu kisah yang mashur kalau nabi Adam As pernah melakukan kesalahan yang sangat besar ketika masih di dalam surga.

Satu kesalahan yang sangat besar Nabi Adam As adalah memakan buah khuldi, karena tipu muslihat iblis.

Namun kesalahan yang dilakukan nabi Adam ini, menurut Gus Baha, merupakan satu kesalahan yang dicintai oleh Allah SWT.

"Maksiat Nabi Adam adalah Maksiat yang mu'adimin, maksiat orang yang sangat menghormati Allah" ucap Gus Baha.

Gus Baha bercerita, penyebab Nabi Adam AS hendak memakan buah khuldi, karena iblis menyebut perintah makan buah khuldi itu datang dari Allah. Bahkan, iblis bersumpah atas nama Allah.

Nabi Adam tidak pernah terbujuk godaan iblis untuk melanggar larangan Allah SWT. Namun karena Iblis datang menemui Nabi Adam, dan mengatakan bahwa itu perintah dari Allah, sehingga Nabi Adam menurutinya.

"Demi Allah, bahwa saya menyuruh kamu memakan buah khuldi itu atas perintah Allah SWT," ucap Gus Baha menggambarkan iblis yang sedang merayu Nabi Adam.

Baca Juga: Mengenal Aang di Avatar: The Last Airbender, Berikut 5 Fakta Sang Pengendali Udara

Nabi Adam yang mendengar bahwa itu perintah Allah, langsung melakukannya. Nabi Adam langsung mengambil dan menggigit buah khuldi. Namun, belum sempat ditelan.

Sehingga menurut Gus Baha kalau ada yang mengatakan Nabi Adam AS memakan buah Khuldi, itu merupakan kesalahan dalam sejarah. Karena Nabi Adam belum sempat menelan buah Khuldi tersebut.

Nabi Adam melakukan ini, karena sangat hormat dan patuh kepada Allah SWT, sebagai Tuhannya.

Di benak Nabi Adam, tidak terpikir sedikit pun bahwa itu merupakan tipu muslihat iblis.

Nabi Adam berpikir, iblis sekalipun tak akan berani memberi perintah apalagi bersumpah atas nama Allah SWT, jikakalau itu bukan perintah sebenarnya.

Nabi Adam menganggap, tidak akan ada makhluk yang akan berani mencatut nama Allah SWT, karena begitu tingginya derajat Allah SWT di hadapan makhluk-Nya.

Baca Juga: 6 Pertarungan Epik di Saint Seiya, Bronze Saints Melawan Gold Saints

Sehingga Gus Baha menyebut, kesalahan Nabi Adam  memakan buah khuldi ini merupakan kesalahan yang dicintai Allah SWT.

"Karena kesalahan berupa satu pengagungan kepada Allah SWT," kata Gus Baha. (*) 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.