Jakarta

Tolak PHK Massal Pekerja Industri dan Logistik, Partai Buruh dan KSPI Unjuk Rasa di Patung Kuda

Yasmina Nuha | 3 Juli 2024, 21:48 WIB
Tolak PHK Massal Pekerja Industri dan Logistik, Partai Buruh dan KSPI Unjuk Rasa di Patung Kuda

AKURAT JAKARTA - Partai Buruh bersama Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi unjuk rasa di Patung Kuda, Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2024).

Demo digelar sebagai bentuk protes atas PHK massal yang terjadi pada ratusan ribu karyawan di industri tekstil.

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan bahwa terdapat 127.000 buruh sudah ter-PHK di industri tekstil. Data ini beda dengan yang disampaikan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Baca Juga: Zaki Iskandar: Saat ini Golkar Sedang Meramu Ķandidat untuk Pilkada Jakarta, Semua Dukungan Ormas - Sayap Partai Akan Disampaikan ke Ketum dan Bappilu

"Data Kemenaker itu total 27 ribuan dalam kurun waktu 3 bulan terakhir. Sedangkan data litbang-nya Partai Buruh dan KSPI ratusan ribu. Lebih tepatnya 127 ribu buruh sudah ter-PHK di industri tekstil," kata Said.

Tidak hanya soal PHK buruh industri tekstil, Partai Buruh juga mempersoalkan nasib karyawan perusahaan kurir dan logistik yang terancam gelombang PHK akibat peraturan yang menguntungkan perusahan asing.

Said mengungkapkan, peraturan Menteri Perhubungan (Menhub) yang memperbolehkan adanya jasa kurir dan logistik bagi perusahaan bisnis online asing akan merugikan perusahaan jasa dan logistik dalam negeri.

"Di kala Shopee, Blibli, TikTok, main di platform online, oleh menteri perhubungan atau lebih tepatnya Dirjen Perhubungan, boleh membuat jasa kurir dan logistik, ya ancur Industri domestik seperti JNT, Pos Indonesia, Tiki, mau dimatiin ini semua domestik, mau diuntungkan asing," katanya.

Selain itu, ia pun mengungkapkan bahwa akan terjadi PHK massal terhadap puluhan ribu karyawan di perusahaan industri kurir dan logistik dalam negeri mulai bulan Juli ini.

Baca Juga: Kronologi Detik-detik Pemain China Zhang Zhi Jie Alami Henti Jantung dan Akhirnya Dinyatakan Meningga Dunia

"Industri kurir dan logistik diperkirakan mulai bulan ini puluhan ribu. Di JNT, POS Indonesia, Tiki, (terjadi) PHK," ungkapnya.

Untuk itu, Said pun beranggapan, walaupun pertumbuhan ekonomi Indonesia dianggap mengalami kenaikan, tapi PHK massal terhadap buruh masih kerap terjadi di berbagai sektor industri.

"Jadi pertumbuhan ekonomi yang sekarang dibanggakan itu disebut economic growth paradox. Ekonomi tumbuh, tapi PHK. Seharusnya ekonomi tumbuh menyerap lapangan kerja," katanya.

Lanjutnya, hal ini mengungkapkan bahwa hanya beberapa sektor industri saja yang menikmati kebijakan pemerintah dan menguntungkan mereka, tidak dengan industri manufaktur dan jasa perdagangan.

"Berarti hanya sektor-sektor industri tertentu saja yang menikmati semua kebijakan pemerintah. Seperti batubara, kelapa sawit, dan komoditas lainnya. Di industri real atau kita sebut manufaktur dan jasa perdagangan, justru kebalikannya," katanya.

Baca Juga: INGAT! Disdik DKI Jakarta Bakal Cabut KJMU Mahasiswa yang Terlibat Judi Online, Tawuran dan Narkoba

Ia pun berpesan kepada kepemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), khususnya berbagai kementerian terkait untuk bertanggung jawab atas PHK massal yang terjadi terhadap buruh.

"Jangan lempar batu sembunyi tangan. Jangan bersembunyi di ketiaknya Presiden. Mereka membuat peraturan-peraturan yang merugikan dunia usaha yang ujungnya PHK," pesannya.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.