Jakarta

Ketum PBNU Ungkap Sindikat Internasional yang Bawa 5 Kader NU Ketemu Presiden Israel, Disponsori oleh NGO Pro Zionis, Pakai Visa Luar Indonesia

Yasmina Nuha | 17 Juli 2024, 07:43 WIB
Ketum PBNU Ungkap Sindikat Internasional yang Bawa 5 Kader NU Ketemu Presiden Israel, Disponsori oleh NGO Pro Zionis, Pakai Visa Luar Indonesia

AKURAT JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), KH. Yahya Cholil Staquf mengungkap pihak yang mengajak lima kader NU bertemu Presiden Israel Isaac Herzog.

Gus Yahya menyebut, terdapat Non Governmental Organization (NGO) atau lembaga swadaya masyarakat pro Israel yang mengajak kelima orang tersebut ke Israel.

"Pertama, yang mengajak dia ini, saya dari informasi setelah saya tanya, memang dari satu channel NGO yang merupakan advokat dari Israel," kata Gus Yahya kepada pers di Gedung PBNU, di Senen, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2024).

Baca Juga: BMKG Rilis Peringatan Dini Wilayah Perairan Terkena Gelombang Tinggi Hari Ini, Pelayaran Diminta Waspada

Lebih lanjut, Gus Yahya mengatakan, NGO ini tersebar di beberapa negara yang memang beroperasi sebagai advokat Israel untuk membantu citra Israel dan melobi untuk kepentingan Israel.

"Ini yang mengajak dan konsolidasikan mereka. Ya memang canggih sekali caranya. Tapi sekali lagi, ini sudah sering sekali begini nih, baik di Indonesia, belahan dunia lain, sepeti Irak dan lain sebagainya," katanya.

Gus Yahya mengatakan, NGO ini pun berharap 5 pengurus muda NU ini bisa membantu Israel untuk menyebarkan artikulasi sesuai dengan kepentingan Israel. Namun yang terjadi sebaliknya.

"Tapi kenyataannya, memangnya mereka sekarang bisa apa? sudah tidak mungkin lagi melakukan itu. Bahkan lembaga saja, yang tidak tau apa-apa, malah ikut kena seret, kenapa? Ya karena salah urus gitu, jadi ini karena salah urus, kan gak bener caranya," katanya.

Gus Yahya menegaskan, terkait keberangkatan dari lima pengurus muda NU tersebut ke Israel, tidak diketahui sama sekali oleh PBNU.

Baca Juga: KPU DKI Tegaskan Kepastian Hukum Berlaku di Semua Tahap Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI 2024

Hal itu, lanjut Gus Yahya, karena sudah banyak orang Indonesia yang bebas keluar-masuk Israel dengan cara apapun.

"Nah soal berangkatnya itu gimana, ini kan karena cuma masuk berita aja. Kan temen-temen tahu selama ini yang nggak masuk berita itu juga banyak. Sering orang keluar masuk sana dengan seenaknya dengan cara apapun," katanya.

Gus Yahya menduga, visa keberangkatan dari kelima orang tersebut jelas bukan berasal dari Indonesia, karena tidak ada perwakilan Israel di Indonesia.

"Biasanya mereka jelas bahwa visanya tidak dapat dari Indonesia, karena memang tidak ada perwakilan Israel di sini ya. Tapi itu bisa aja diatur. Soal teknis yang biasa dilakukan siapapun yang melakukan perjalanan ke Israel," pungkasnya.

Diketahui, terdapat lima pengurus muda NU yang datang menemui Presiden Israel Isaac Herzog untuk melakukan engagement atau audiensi.

Baca Juga: Sekretaris Golkar DKI Yakin Peluang Pencalonan Zaki Iskandar Sebagai Cagub Jakarta Masih Terbuka Lebar, Dorong Berpasangan dengan Kaesang

Kelima tokoh muda tersebut adalah Sukron Makmun dari PWNU Banten, Zainul Maarif dari PWNU Jakarta, Munawar Aziz dari Pagar Nusa, Nurul Bahrul Ulum dan Izza Annafisah Dania dari Fatayat NU. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.