Jakarta

Usai Mundur, UAH Digadang-gadang Jadi Pengganti Gus Miftah, Sufmi Dasco Angkat Bicara Soal Posisi Utusan Khusus Presiden

Titania Isnaenin | 9 Desember 2024, 19:33 WIB
Usai Mundur, UAH Digadang-gadang Jadi Pengganti Gus Miftah, Sufmi Dasco Angkat Bicara Soal Posisi Utusan Khusus Presiden

 

AKURAT JAKARTA - Mundur sebagai Utusan Khusus Presiden, kini muncul sosok yang dikabarkan akan menggantikan Gus Miftah.

Beberapa nama diantaranya datang dari penceramah kondang Ustadz Adi Hidayat yang digadang-gadang jadi pilihan Prabowo Subianto untuk menduduki Utusan Khusus Presiden bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Nama Ustadz Adi Hidayat pertama kali muncul usai Miftah Maulana resmi mengundurkan diri melalui konferensi pers yang digelar pada Jumat (6/12) di Pondok Pesantren Ora Aji Sleman, Yogyakarta.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Buka Suara Soal Pengunduran Diri Gus Miftah: Itu Tindakan Ksatria

Sosok UAH semakin disorot setelah viralnya sebuah foto di media sosial yang dinarasikan bahwa ia telah resmi menjadi pengganti Miftah.

Unggahan tersebut juga menampilkan foto Presiden Prabowo Subianto dan Ustadz Adi Hidayat (UAH) sedang berjabat tangan di kediaman Presiden.

“RESMI Ustadz Adi Hidayat Menggantikan Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden Setelah Gus Miftah Mengundurkan Diri Dari Jabatan Tersebut.” tulis keterangan dalam foto.

Meski namanya disebut-sebut jadi pengganti Gus Miftah, belum ada kabar resmi terkait kebenaran bahwa Ustadz Adi Hidayat yang akan mengganti jabatan sebagai Utusan Khusus Presiden.

Apalagi foto tersebut diambil saat Ustadz Adi Hidayat menyampaikan dukungannya terhadap paslon nomor urut dua Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilu 2019 lalu.

Baca Juga: Dipendam Selama Dua Tahun, Ini Curhatan Yati Pesek Usai Dihina Gus Miftah: Aku Salah Apa?

Tanggapan Prabowo 

Mundurnya Miftah Maulana alias Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden dinilai sebagai tindakan ksatria.

Prabowo dalam keterangannya menyebut bahwa apa yang dilakukan Gus Miftah sudah tepat karena mau mengakui kesalahannya meski ia sendiri menyebut jika Gus Miftah mungkin salah dalam berucap.

"Tapi terlepas mungkin ya salah lah, salah ucap. Beliau sadar beliau salah, beliau bertanggung jawab. Beliau mengundurkan diri," tegas Prabowo.

Adapun terkait sosok pengganti Gus Miftah, Prabowo Subianto menyebut akan mencari sosok yang tepat dan mengerti dengan permasalahan ini.

Dan akan melibatkan ormas keagamaan untuk meminta pendapat sebagai rencana kedepan.

“Nanti kita lihat kalangan yang mengerti masalah ini semua, mungkin nanti mereka akan kasih masukan. Majelis Ulama, kalangan-kalangan dari ormas-ormas keagamaan, dan sebagainya nanti kita minta pendapat dari mereka,” ucap Presiden Prabowo.

Sementara itu, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco mengatakan bahwa jabatan tersebut tak wajib untuk diisi.

 

 

“Posisi itu boleh diisi, dan boleh tidak diisi,” kata Dasco.

Sebab, menurut Dasco nomenklatur Utusan Khusus Presiden tersebut dibuat untuk mewadahi Miftah Maulana dalam kegiatan keagamaan.

“Nomenklatur itu dibuat karena memang Gus Miftah itu dia mempunyai perhatian yang besar terhadap toleransi umat beragama, dan juga banyak keliling daerah, dan dia juga banyak melapor soal sarana-prasarana keagamaan yang kurang memadai, banyak di daerah-daerah, sehingga kemudian dibuat utusan khusus Presiden bidang toleransi kerukunan umat beragama dan prasarana keagamaan,” terangnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.