Calon Peserta Wajib Tahu ! Ada Perbedaan Aturan di UTBK SNBT 2025 Dibanding Tahun-tahun Sebelumnya, Apa Itu? Berikut Rinciannya

AKURAT JAKARTA - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes atau UTBK SNBT 2025 tinggal beberapa bulan lagi.
Peserta didik yang saat ini duduk di kelas 12 atau SMA/MA kelas 3, wajib mempersiapkan diri. Ikuti informasi soal UTBK SNBT 2025 secara cermat.
Diketahui, UTBK SNBT 2025 rencananya akan digelar pada tanggal 23 April hingga 3 Mei 2025.
UTBK SNBT digelar usai pengumuman hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP 2025.
Sedangkan pendaftaran UTBK SNBT 2025 akan dibuka pada 11 Maret dan ditutup 27 Maret 2025 mendatang.
Berikut Jadwal Lengkap UTBK SNBT 2025:
- Registrasi Akun Siswa 13 Januari-27 Maret 2025
- Pendaftaran UTBK SNBT 11-27 Maret 2025
- Pelaksanaan UTBK 23 April-3 Mei 2025
- Pengumuman Hasil SNBT 28 Mei 2025
- Masa Unduh Sertifikat UTBK 3 Juni-31 Juli 2025
Namun sebelum mengikuti UTBK SNBT 2025, ada beberapa perubahan aturan yang wajib dipahami dan ditaati oleh para calon peserta.
Adanya perubahan tersebut disampaikan oleh Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).
Sekretaris Eksekutif SNPMB, Bekti Cahyo Hidayanto, mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah perbedaan dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2025 dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Kabar Baik, Mulai Februari 2025 Gaji PNS Bakal Naik, Berikut Syarat dan Ketentuannya
Pertama, pada tahun 2025, tes akan digelar dalam 1 gelombang saja dalam waktu 10 hari.
Ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang diadakan dalam 2 gelombang dengan total 14 hari.
"Baru tahun ini UTBK hanya 1 gelombang, langsung 10 hari. Tahun-tahun sebelumnya 7 hari gelombang 1, ada jeda lalu 7 hari gelombang 2," ujarnya.
Bekti mengungkapkan, perubahan ini akan berdampak pada pusat UTBK yang terdapat di Jakarta dan sekitarnya.
Pasalnya di pusat-pusat UTBK di Jakarta dan sekitarnya, biasanya menjadi pilihan favorit para calon mahasiswa baru yang akan mengikuti tes.
"Kekurangan 4 hari itu, diantisipasi dengan menambah PC di pusat UTBK kami yang berada di Jakarta dan sekitarnya," ungkapnya.
Untuk mengantisipasi penuhnya pusat UTBK di Jakarta dan sekitarnya, Bekti menyarankan para calon mahasiswa tidak mendaftar di akhir masa pendaftaran.
"Jangan daftar di akhir-akhir. Di akhir sudah penuh semua. Jakarta penuh, IPB penuh, ya cari tempat lain. Ada effort biaya, waktu, dan lain-lain," katanya.
Baca Juga: Luruskan Informasi Liar, Zaki Iskandar Sebut PSN dan PIK 2 Merupakan Dua Proyek Berbeda
Perbedaan selanjutnya, terkait aturan memilih Program Studi atau Prodi.
Ketentuan untuk 1 dan 2 pilihan prodi tidak ada perubahan dengan tahun sebelumnya. Calon mahasiswa bisa bebas memilih prodi apapun.
Perubahan dimulai pada ketentuan untuk 3 pilihan prodi. Pada pelaksanaan UTBK 2024 lalu, pilihannya bisa kombinasi 2 program akademik dan 1 program vokasi atau 1 program akademik dan 2 program vokasi.
"Untuk UTBK 2025 ada tambahan pilihan, yaitu 3 program vokasi dengan minimal 1 program Diploma Tiga," ujar Bekti.
Sementara bagi yang memilih 4 pilihan prodi pada 2024, ketentuannya 2 program akademik dan 2 program vokasi di mana minimal ada 1 program Diploma Tiga.
Pada UTBK SNBT 2025 ditambahkan kombinasi 1 program akademik dan 3 program vokasi dengan minimal 1 program Diploma Tiga.
Menurut Bekti, perubahan aturan memilih prodi di UTBK SNBT 2025 untuk mengakomodasi program vokasi yang berada di politeknik. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



