Siswi Azerbaijan Dihadapkan pada Pilihan Sulit: Lepas Hijab atau Kehilangan Akses Sekolah

AKURAT JAKARTA - Bagi sebagian siswi di Azerbaijan, pergi ke sekolah kini bukan sekadar soal menyiapkan buku dan mengikuti pelajaran.
Aturan seragam yang membatasi pakaian keagamaan membuat mereka menghadapi pilihan sulit: melepas hijab agar bisa masuk kelas atau kehilangan kesempatan belajar di sekolah negeri.
Kebijakan yang mengatasnamakan prinsip pendidikan sekuler tersebut memicu demonstrasi pelajar di sejumlah wilayah hingga pertengahan Oktober 2026.
Menurut laporan Deutsche Welle (DW), aksi berlangsung selama hampir sepekan dan melibatkan siswi berhijab serta pelajar lain yang menyatakan solidaritas.
Dampaknya tidak berhenti pada aksi protes.
Sejumlah siswi memilih melepas hijab agar tetap bisa mengikuti pembelajaran, sedangkan yang lain terpaksa pulang atau mempertimbangkan homeschooling.
Situasi ini menempatkan akses pendidikan sebagai salah satu persoalan utama dalam kontroversi tersebut.
Ketika aturan pakaian memengaruhi hak belajar
Kontroversi bermula dari perubahan undang-undang pendidikan umum pada 7 Juli 2026 yang mempertegas prinsip sekularisme dan kewajiban mematuhi aturan berpakaian.
Pemerintah kemudian menerbitkan Resolusi Nomor 309 pada 21 September 2026 untuk mengatur seragam sekolah.
Aturan tersebut membatasi pakaian tambahan yang dianggap mengganggu keseragaman atau bertentangan dengan prinsip pendidikan sekuler.
Meski tidak secara eksplisit menyebut larangan hijab, sejumlah pengelola sekolah menafsirkannya sebagai dasar untuk melarang siswi mengenakan penutup kepala.
Penafsiran inilah yang memunculkan persoalan di ruang kelas.
Ketika siswi tidak dapat masuk sekolah karena pilihan pakaiannya, aturan yang semula berkaitan dengan keseragaman seragam akhirnya berdampak langsung pada kegiatan belajar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





