Jakarta

Siswi Azerbaijan Dihadapkan pada Pilihan Sulit: Lepas Hijab atau Kehilangan Akses Sekolah

Anggerhana Denni Rahmawati | 17 Oktober 2026, 21:55 WIB
Siswi Azerbaijan Dihadapkan pada Pilihan Sulit: Lepas Hijab atau Kehilangan Akses Sekolah
Pembatasan hijab di Azerbaijan memicu krisis akses pendidikan. - Instagram @ajplus

AKURAT JAKARTA - Bagi sebagian siswi di Azerbaijan, pergi ke sekolah kini bukan sekadar soal menyiapkan buku dan mengikuti pelajaran.

Aturan seragam yang membatasi pakaian keagamaan membuat mereka menghadapi pilihan sulit: melepas hijab agar bisa masuk kelas atau kehilangan kesempatan belajar di sekolah negeri.

Kebijakan yang mengatasnamakan prinsip pendidikan sekuler tersebut memicu demonstrasi pelajar di sejumlah wilayah hingga pertengahan Oktober 2026.

Menurut laporan Deutsche Welle (DW), aksi berlangsung selama hampir sepekan dan melibatkan siswi berhijab serta pelajar lain yang menyatakan solidaritas.

Dampaknya tidak berhenti pada aksi protes.

Sejumlah siswi memilih melepas hijab agar tetap bisa mengikuti pembelajaran, sedangkan yang lain terpaksa pulang atau mempertimbangkan homeschooling.

Situasi ini menempatkan akses pendidikan sebagai salah satu persoalan utama dalam kontroversi tersebut.

Ketika aturan pakaian memengaruhi hak belajar

Kontroversi bermula dari perubahan undang-undang pendidikan umum pada 7 Juli 2026 yang mempertegas prinsip sekularisme dan kewajiban mematuhi aturan berpakaian.

Baca Juga: Jetour T2 i-DM Muncul sebagai SUV Masa Depan dengan Panoramic Sunroof Ekstra Besar dan Pengalaman Jelajah yang Lebih Praktis

Pemerintah kemudian menerbitkan Resolusi Nomor 309 pada 21 September 2026 untuk mengatur seragam sekolah.

Aturan tersebut membatasi pakaian tambahan yang dianggap mengganggu keseragaman atau bertentangan dengan prinsip pendidikan sekuler.

Meski tidak secara eksplisit menyebut larangan hijab, sejumlah pengelola sekolah menafsirkannya sebagai dasar untuk melarang siswi mengenakan penutup kepala.

Penafsiran inilah yang memunculkan persoalan di ruang kelas.

Ketika siswi tidak dapat masuk sekolah karena pilihan pakaiannya, aturan yang semula berkaitan dengan keseragaman seragam akhirnya berdampak langsung pada kegiatan belajar.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.