Jakarta

Pertama dalam Sejarah! Paus Gereja Katolik Berasal dari Amerika, Ini Sosok Robert Francis Prevost yang Terpilih Jadi Pengganti Paus Fransiskus

Sastra Yudha | 9 Mei 2025, 06:10 WIB
Pertama dalam Sejarah! Paus Gereja Katolik Berasal dari Amerika, Ini Sosok Robert Francis Prevost yang Terpilih Jadi Pengganti Paus Fransiskus

AKURAT JAKARTA - Asap putih akhirnya terlihat membumbung dari cerobong Kapel Sistina yang menandakan Paus baru telah terpilih, Kamis (8/5/2025) malam WIB.

Adalah Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat yang terpilih menjadi Paus baru menggantikan Paus Fransiskus yang meninggal dunia pada 21 April 2025 lalu.

Robert Francis Prevost memilih nama kepausan Paus Leo XIV. Ia terpilih menjadi pemimpin Gereja Katolik atau Paus ke-267.

Baca Juga: IPA Buaran III di Jaktim Diresmikan, Legislator Golkar Dimaz Raditya Harap Air Bersih di Jakarta Terdistribusi dengan Baik

Ini menjadi catatan sejarah. Sebab, Robert Francis Prevost merupakan Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat, sejak 2 ribu tahun lalu.

Kardinal Prevost terpilih menjadi Paus Leo XIV setelah proses konklaf atau pemilihan Paus baru berlangsung tiga putaran.

Conclave sudah berlangsung sejak Rabu 7 Mei 2025, dan diikuti oleh 133 Kardinal dari sejumlah negara.

Konklaf juga digelar secara tertutup. Para kardinal elektor disumpah untuk menjaga kerahasiaan selama proses berlangsung.

Mereka juga diisolasi dan pintu Kapel Sistina digembok dari luar, agar para Kardinal terhindar dari intervensi asing.

Robert Francis Prevost lahir di Chicago pada September 1955. Sebagai Uskup Agung Chicago, pria berusia 69 tahun ini memimpin Keuskupan Agung terbesar di Amerika Utara.

Prevost memiliki kewarganegaraan ganda yakni Amerika dan Peru. Ia juga menjabat di Komisi Kepausan untuk Amerika Latin, kawasan yang menjadi rumah bagi hampir 40 persen umat Katolik di seluruh dunia.

Baca Juga: Disdik DKI Ungkap Program Sekolah Swasta Gratis Diberikan ke Seluruh Siswa yang Ditargetkan Tanpa Terkecuali

Sebelumnya, Prevost menjabat sebagai Uskup Chiclayo di Peru dari 2015 hingga 2023. Sejak 12 April 2023, ia diangkat menjadi prelatus Gereja Katolik yang menjabat sebagai prefek Dikasteri untuk Para Uskup.

Ia merupakan salah satu Kardinal yang diangkat oleh mendiang Paus Fransiskus, yang meninggal pada 21 April karena henti jantung hingga stroke.

Setelah terpilih Paus baru akan dinobatkan dan diumumkan ke publik oleh otoritas Vatikan sebagai pemimpin bagi 1,4 miliar umat Katolik di dunia. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.