Konflik di Timur Tengah Memanas, Jamaah Haji Indonesia Terancam Tak Bisa Berangkat, Kemenhaj Siapkan Skenario Alternatif

AKURAT JAKARTA – Nasib keberangkatan calon jamaah haji Indonesia tahun 2026 kini berada di bawah bayang-bayang ketidakpastian.
Eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian memanas memaksa Kementerian Haji (Kemenhaj) bergerak cepat menyusun skenario darurat demi menjamin keselamatan jamaah.
Wakil Menteri Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa salah satu opsi yang tengah dikaji serius adalah pengalihan rute penerbangan.
Alih-alih melewati rute konvensional yang mungkin terdampak wilayah konflik, penerbangan haji direncanakan akan memutar melalui rute selatan atau melewati wilayah Afrika.
"Kalau itu memang menjamin keamanan penerbangannya, maka kita siapkan rute yang berbeda. Misalnya lewat jalur selatan kemudian ada lewat Afrika yang juga diwacanakan oleh DPR," ujar Dahnil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Dahnil menegaskan bahwa perubahan rute ini tidak bisa diputuskan sepihak oleh pemerintan Indonesia.
Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan otoritas penerbangan domestik maupun internasional, termasuk pemerintah Arab Saudi.
"Tentu itu bicara dengan otoritas penerbangan baik itu Saudi Arabia maupun berbagai negara lain yang mempertimbangkan rute tersebut," tambahnya.
Skenario Terburuk: Penundaan Seperti Era Covid
Selain pengalihan rute, Kemenhaj juga menyiapkan skenario terburuk berupa penundaan keberangkatan. Langkah pahit ini akan diambil apabila situasi di Timur Tengah dinilai sudah tidak aman dan mengancam nyawa warga negara Indonesia.
Dahnil menyamakan potensi kebijakan ini dengan kebijakan saat pandemi COVID-19 beberapa tahun silam. Menurutnya, instruksi Presiden Prabowo Subianto sudah sangat jelas mengenai hal ini.
"Skenario untuk menunda bisa jadi muncul apabila keselamatan warga negara kita terancam. Orientasi kami dan Presiden adalah keselamatan jamaah adalah yang pertama dan utama," tegas Dahnil.
Jadwal Kloter Pertama
Hingga saat ini, pemerintah masih memantau situasi global secara intensif. Jika eskalasi konflik menurun dan situasi dinyatakan aman, jadwal pemberangkatan haji dipastikan tetap sesuai rencana awal.
"Apabila eskalasi konflik menurun, maka 22 April 2026 mendatang adalah keberangkatan haji kloter pertama," tutupnya.
Pihak Kemenhaj dijadwalkan akan segera menggelar rapat kerja dengan DPR untuk mematangkan anggaran dan teknis pelaksanaan haji di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu ini. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Catat! 12 Spot Nobar Gratis Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Tangerang Raya, Cek Lokasinya Di Sini
- 2Prediksi Skor Kosovo vs Austria di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Dardanet Balas Kekalahan?
- 3Prediksi Skor Azerbaijan vs Lithuania di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Malta vs Andorra di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Dominasi?
- 5Info Lokasi Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Jakarta - Bandung, Cek di Sini!
- 6Prediksi Skor Belanda vs Serbia di UNL, 5 Oktober 2026: Oranje Incar Kemenangan Kedua
- 7Prediksi Skor Portugal vs Norwegia di UNL, 5 Oktober 2026: Duel Seru di Porto
- 8Prediksi Skor Yunani vs Jerman di UNL, 5 Oktober 2026: Mampukah Pasukan Klopp Membalas Kekalahan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





