Siap-siap! Pemerintah Bakal Terapkan Kebijakan WFH 1 Hari Sepekan Pasca Lebaran 2026, Ini Kriterianya!

AKURAT JAKARTA – Pemerintah tengah mematangkan regulasi terkait penerapan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) sebanyak satu hari dalam sepekan.
Kebijakan ini direncanakan mulai berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan bersifat imbauan untuk sektor swasta setelah periode libur Lebaran 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa saat ini teknis penerapan kebijakan tersebut masih dikaji secara mendalam oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri.
"Ini berlaku untuk ASN dan juga sebagai imbauan bagi swasta, khususnya yang tidak terkait pelayanan publik. Akan didetailkan, tetapi sesudah Lebaran kita akan melakukan," ujar Airlangga di Jakarta, dikutip Senin (23/3/2026).
Baca Juga: 9 Makanan Penurun Kolesterol Alami Paling Ampuh, Disarankan Dokter Dikonsumni Usai Lebaran
Upaya Efisiensi Energi di Tengah Konflik Global
Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan arahan langsung Presiden dalam sidang kabinet paripurna.
Tujuannya adalah mendorong efisiensi kerja sekaligus menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Langkah penghematan ini menjadi krusial di tengah memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berdampak pada stabilitas energi dunia.
"Kita sedang merumuskan kebijakan agar kita semua bersama-sama mengefisienkan diri dalam hal bekerja," kata Prasetyo di Istana Merdeka.
Sektor Usaha yang Dikecualikan
Meski bertujuan untuk efisiensi, pemerintah menegaskan tidak semua bidang bisa menerapkan WFH.
Sektor-sektor yang bersinggungan langsung dengan pelayanan publik, industri, dan perdagangan kemungkinan besar tetap diwajibkan bekerja dari kantor (Work From Office).
"Supaya tidak disalahpahami, sektor pelayanan, industri, dan perdagangan tentu mungkin tidak menjadi bagian dari kebijakan tersebut," tambah Prasetyo.
Potensi Penghematan Puluhan Miliar
Rencana ini mendapat dukungan dari parlemen. Wakil Ketua Komisi II DPR, Dede Yusuf, menilai WFH satu hari sepekan dapat menghemat anggaran negara secara signifikan, mulai dari biaya listrik, air, hingga penggunaan BBM transportasi yang nilainya bisa mencapai puluhan miliar rupiah per hari.
Namun, anggota Komisi II DPR Fraksi Golkar, Ahmad Irawan, mengingatkan pemerintah untuk memperketat pengawasan.
Ia menekankan jangan sampai kebijakan WFH justru disalahgunakan untuk bepergian jauh atau berlibur yang malah memicu pemborosan BBM.
Pemerintah berkomitmen untuk memastikan kebijakan ini tetap menjaga kualitas pelayanan publik dan aktivitas ekonomi nasional tetap berjalan optimal. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 3Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 4Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 5Prediksi Skor Latvia vs Siprus di UNL, 28 September 2026: Duel Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 6Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 7Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UNL, 28 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


