Anak Penjual Jamu Ini Lulus IPB dengan IPK 3,99 dan Langsung Diterima Kerja, Kunci Suksesnya Berawal dari Satu Kalimat Sang Ibu

AKURAT JAKARTA - Kesuksesan seorang mahasiswa tidak selalu ditentukan oleh kondisi ekonomi keluarga.
Kisah Nabil Bintang Prayoga, lulusan terbaik Program Studi Statistika dan Sains Data IPB University dengan IPK 3,99, justru menunjukkan bahwa nilai yang ditanamkan orang tua sejak kecil dapat menjadi fondasi kuat dalam meraih prestasi.
Di balik pencapaiannya, terdapat pesan sederhana yang terus dipegang hingga dewasa.
Sang ibu selalu mengingatkan bahwa warisan terbaik yang dapat diberikan orang tua kepada anak bukanlah harta, melainkan pendidikan.
Prinsip itulah yang kemudian menjadi penyemangat Nabil untuk terus belajar meski berasal dari keluarga sederhana.
Nabil merupakan putra dari pasangan yang mengelola salon kecil dan depot jamu di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Meski kedua orang tuanya hanya menamatkan pendidikan hingga SLTA, mereka memiliki tekad kuat agar anak-anaknya dapat mengenyam pendidikan tinggi.
"Saya sangat bersyukur dapat menyelesaikan perjalanan ini sebagai lulusan terbaik. Pencapaian ini saya persembahkan untuk kedua orang tua dan kakak saya yang selalu memberikan doa, dukungan, dan semangat. Mama selalu mengatakan bahwa warisan terbaik yang dapat diberikan orang tua adalah pendidikan," katanya.
Nilai tersebut terbukti membentuk semangat belajar Nabil.
Ia berhasil menempuh pendidikan di IPB University melalui program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan menorehkan prestasi akademik yang hampir sempurna.
Baca Juga: Aksi Memukau Hokky dan Kartika Ajie Lawan Aston Villa, Zaki: Modal Hadapi Musim Baru
Tak hanya itu, Nabil mengungkapkan bahwa keluarganya berhasil membuktikan pendidikan dapat menjadi jalan untuk mengubah masa depan.
"Meskipun kedua orang tua saya hanya lulusan SLTA, mereka berhasil mengantarkan kedua anaknya menempuh pendidikan tinggi, dan kami berdua sama-sama menjadi lulusan terbaik di kampus masing-masing," ungkap lulusan SMAN 1 Subah, Jawa Tengah tersebut.
Perjalanan Nabil tidak hanya diwarnai prestasi akademik.
Selama kuliah, ia aktif sebagai Direktur Departemen Data Analytics Gamma Sigma Beta, menjadi asisten dosen, mengikuti berbagai kompetisi statistika, hingga menjalani magang di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta.
Salah satu tantangan terbesar yang pernah dihadapinya adalah ketika harus membagi waktu antara magang, mengikuti kompetisi, menyelesaikan proyek freelance, dan mengerjakan skripsi dalam periode yang sama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Mutasi Besar-Besaran Polda Metro Jaya: Kasat Reskrim, Kasat Lantas, hingga Belasan Kapolsek Resmi Diganti, Ini Daftarnya!
- 2Terbukti Terbitkan Polis Tanpa Izin, AIA Financial Dihukum Bayar Rp 15 Miliar Kepada Nasabah
- 3Truk Molen Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi: 6 Tewas, 6 Luka-luka, Ini Daftar Nama Korban
- 4Disdik DKI Minta Maaf Pencairan KJMU Tahap II 2026 Mundur, Kapan Jadinya? Cek di Sini!
- 5Sudaryono Kembali Diusung Jadi Ketua Umum APPSI, Munas Digelar November 2026
- 6Peresmian Kampung Al-Qur'an di Mauk: Bupati Maesyal Harapkan Generasi Muda Tangerang Berakhlak Mulia Siap Hadapi Tantangan Zaman
- 7Munas X HWK 2026 Mulai Digelar, Bahas Penguatan Peran Politik Perempuan di Era Perkembangan Digital dan AI
- 8Klasemen Rookie Moto3 2026: Veda Ega Raih Posisi Kedua Setelah Sabet Runner-up di Malaysia
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






