Bukan Sekadar Proposal, Program Ini Tantang Mahasiswa Cari Masalah Nyata di Masyarakat

AKURAT JAKARTA - Mahasiswa tidak hanya dituntut belajar di ruang kuliah.
Melalui Program Aksara Mahasiswa 2026, mereka justru didorong turun langsung mencari persoalan yang dihadapi masyarakat dan merancang solusi berdasarkan ilmu pengetahuan, teknologi, serta inovasi.
Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) kini membuka penerimaan proposal Mahasiswa Berdampak: Program Aksara Mahasiswa (Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa) Tahun Anggaran 2026.
Program ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi mahasiswa dan dosen sekaligus menghadirkan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat.
Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), I Ketut Adnyana, menilai hasil pengembangan di perguruan tinggi seharusnya tidak berhenti sebagai riset atau teknologi di lingkungan kampus.
“Banyak teknologi telah dikembangkan di kampus. Tantangannya adalah bagaimana hasil pengembangan teknologi tersebut dapat bertemu dengan masyarakat dan digunakan dalam kondisi yang nyata.
Karena itu, jangan mulai bertanya teknologi apa yang kita punya, mulai dari persoalan, persoalan apa yang sedang dihadapi oleh masyarakat kita,” ujar Direktur Ketut.
Program Aksara Mahasiswa menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari proses penyelesaian masalah.
Mereka tidak hanya membuat konsep dari ruang kelas, tetapi harus memahami kondisi mitra dan bekerja bersama masyarakat.
Dalam proses tersebut, mahasiswa dapat belajar bernegosiasi, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, hingga bertanggung jawab terhadap program yang dijalankan.
Baca Juga: Pernah Dapat Nilai C di Harvard, Wamendiktisaintek Stella Christie Justru Menemukan Jalan yang Tepat
Pendekatan ini juga membuka peluang bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk bekerja sama.
Solusi yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti ketika program selesai, tetapi tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.
Artinya, ukuran keberhasilan program bukan hanya proposal yang lolos pendanaan, melainkan seberapa relevan solusi yang diberikan dengan kebutuhan masyarakat.
Bagi mahasiswa dan dosen yang tertarik mengikuti program ini, pengajuan proposal telah dibuka sejak 13 Agustus 2026.
Batas akhir pengajuan adalah 27 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB melalui laman BIMA di bima.kemdiktisaintek.go.id.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Catat! 12 Spot Nobar Gratis Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Tangerang Raya, Cek Lokasinya Di Sini
- 2Prediksi Skor Kosovo vs Austria di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Dardanet Balas Kekalahan?
- 3Prediksi Skor Azerbaijan vs Lithuania di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Malta vs Andorra di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Dominasi?
- 5Info Lokasi Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Jakarta - Bandung, Cek di Sini!
- 6Prediksi Skor Belanda vs Serbia di UNL, 5 Oktober 2026: Oranje Incar Kemenangan Kedua
- 7Prediksi Skor Portugal vs Norwegia di UNL, 5 Oktober 2026: Duel Seru di Porto
- 8Prediksi Skor Yunani vs Jerman di UNL, 5 Oktober 2026: Mampukah Pasukan Klopp Membalas Kekalahan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








