Jakarta

Ijazah Tanpa Wisuda: Kisah Taranda, Mahasiswa UNY yang Meninggal Dunia Sebelum Merayakan Kelulusan

Anggerhana Denni Rahmawati | 27 Agustus 2026, 20:15 WIB
Ijazah Tanpa Wisuda: Kisah Taranda, Mahasiswa UNY yang Meninggal Dunia Sebelum Merayakan Kelulusan
Taranda lulus dari UNY, namun ijazahnya harus diambil sang sepupu karena ia telah wafat. - UNY

AKURAT JAKARTA - Selembar ijazah biasanya menjadi tanda berakhirnya perjuangan seorang mahasiswa di bangku kuliah.

Namun, bagi keluarga Taranda Finuri A'raf Habib al Furqon, ijazah itu justru menjadi pengingat bahwa perjuangan tersebut harus berakhir tanpa kehadiran sang pemilik.

Taranda merupakan wisudawan Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Ia berhasil menyelesaikan pendidikan dan menuntaskan skripsinya, tetapi tidak sempat mengambil ijazah maupun menghadiri wisuda.

Taranda meninggal dunia akibat infeksi paru-paru sebelum momen yang seharusnya menjadi perayaan kelulusannya.

Karena itu, kehadirannya di kampus untuk menerima tanda kelulusan kemudian digantikan oleh kakak sepupunya, Pramanda Arif Setiawan.

Bagi Pramanda, mengambil ijazah tersebut bukan sekadar menyelesaikan urusan administrasi.

Ia kembali ke tempat yang sejak awal menjadi bagian dari perjalanan pendidikan Taranda.

Pramanda memiliki hubungan yang cukup dekat dengan perjalanan pendidikan Taranda.

Ia bahkan menjadi orang yang mengantar Taranda ketika pertama kali masuk UNY.

Baca Juga: Desta Resmi Tinggalkan Vindes, Perusahaan Siapkan Babak Baru Bersama Vincent

"Saya dulu yang mengantar dia masuk UNY. Waktu mengurus berkas dan ke rektorat juga saya," tuturnya dikutip dari laman resmi UNY, Kamis (27/8/2026).

Karena pernah mendampingi Taranda ketika memulai kuliah, kedatangannya ke UNY untuk mengambil ijazah terasa berbeda.

Jika dahulu ia mengantar sepupunya untuk memulai perjalanan sebagai mahasiswa, kini ia datang kembali ketika perjalanan tersebut telah selesai.

Bedanya, kali ini Taranda tidak lagi berada di sampingnya.

Pramanda juga mengingat bagaimana kedua orang tua Taranda mendampingi putra sulung mereka selama menjalani perawatan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.