Jakarta

Bulu Ayam dan Cangkang Telur Disulap Jadi Panel Dinding, Mahasiswa UMS Raih Medali di China

Anggerhana Denni Rahmawati | 30 Agustus 2026, 08:30 WIB
Bulu Ayam dan Cangkang Telur Disulap Jadi Panel Dinding, Mahasiswa UMS Raih Medali di China
Bulu ayam bukan lagi limbah, mahasiswa UMS ubah jadi panel akustik dan raih medali perak. - news.ums.ac.id

AKURAT JAKARTA - Bulu ayam dan cangkang telur biasanya berakhir sebagai limbah setelah bahan utamanya dimanfaatkan.

Namun, di tangan dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), kedua material tersebut justru diolah menjadi bahan yang berpotensi digunakan dalam industri konstruksi.

Adalah Ariz Fantrio Larosa dan Muh Radjabani Umara Qalbian, mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik UMS, yang mengembangkan inovasi bernama Kercal.

Inovasi tersebut menggabungkan biomassa bulu ayam dan limbah cangkang telur menjadi panel dinding prefabrikasi.

Bukan hanya menawarkan alternatif material yang lebih berkelanjutan, Kercal juga dirancang memiliki kemampuan menyerap suara.

Inovasi tersebut kemudian membawa Ariz dan Radjabani meraih medali perak dalam 12th International Exhibition of Inventions di Guangzhou, China, pada 21-23 Agustus 2026.

Di balik penghargaan tersebut terdapat persoalan sederhana yang menjadi awal munculnya ide Kercal.

Tim melihat banyak limbah organik, termasuk bulu ayam dan cangkang telur, yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Dosen pembimbing sekaligus pendamping keduanya, Suharyani ST MT, mengatakan persoalan tersebut kemudian mendorong tim mencari cara agar material yang selama ini kurang bernilai dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang memiliki fungsi.

"Melalui inovasi tersebut, bulu ayam dan cangkang telur yang sebelumnya kurang bernilai guna diolah menjadi material arsitektur yang fungsional, estetis, dan lebih ramah lingkungan," tuturnya dikutip dari laman resmi UMS, Minggu (30/8/2026).

Baca Juga: Jangan Sampai Terlambat, Sekolah Punya Waktu hingga 31 Agustus untuk Sinkronisasi Dapodik

Dalam pengembangan Kercal, cangkang telur digunakan sebagai salah satu bahan utama.

Sementara itu, serat bulu ayam dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan akustik panel.

Pemanfaatan bulu ayam tersebut bukan tanpa alasan.

Jaringan serat dan rongga udara internal pada material dikembangkan untuk membantu proses penyerapan suara.

"Kercal dikembangkan sebagai material panel akustik dengan memanfaatkan jaringan serat bulu ayam dan rongga udara internal untuk mendukung mekanisme penyerapan suara. Bentuk permukaan yang bergelombang juga dirancang untuk membantu penyebaran dan difusi gelombang suara," urainya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.