FK Tel-U Resmi Berdiri, Teknologi Digital Jadi Bekal Calon Dokter Angkatan Pertama

AKURAT JAKARTA - Telkom University (Tel-U) resmi memperluas kiprahnya di bidang pendidikan kesehatan dengan membuka Fakultas Kedokteran (FK) di kampus Bandung.
Namun, ada hal yang membuat fakultas baru ini menarik untuk diperhatikan, yakni konsep pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan klinis calon dokter.
Melalui Fakultas Kedokteran tersebut, Tel-U ingin mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan dunia kesehatan yang semakin erat dengan perkembangan teknologi.
Kehadiran FK Tel-U telah memperoleh legalitas melalui Surat Keputusan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI Nomor 963/B/O/2026.
Pembukaan fakultas ini sekaligus menjadi langkah Tel-U untuk mengambil peran dalam pengembangan pendidikan kedokteran di Indonesia.
Namun, tantangan yang dihadapi calon dokter saat ini tidak lagi sebatas bagaimana mendiagnosis penyakit dan memberikan pengobatan.
Perkembangan teknologi membuat dunia kesehatan juga semakin bergantung pada kemampuan mengolah data, menggunakan teknologi digital, hingga memahami metode pengobatan yang semakin personal.
Rektor Telkom University, Prof. Dr. Suyanto, mengatakan lulusan FK Tel-U nantinya tidak hanya dipersiapkan untuk menangani pasien secara klinis.
Mahasiswa juga akan dibekali kemampuan untuk mengikuti perkembangan teknologi yang semakin memengaruhi dunia kesehatan.
"Lahirnya Fakultas Kedokteran Tel-U adalah wujud nyata komitmen kami dalam mentransformasi pendidikan tinggi kesehatan di Indonesia. Kami tidak hanya mendidik dokter yang mampu mengobati, tetapi dokter yang mampu berinovasi memanfaatkan teknologi digital, data kesehatan, predictive medicine, dan precision medicine untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat," kata Suyanto.
Baca Juga: Jangan Tertipu Orang yang Selalu Terlihat Kuat, Bisa Jadi Ia Sedang Mengalami Fenomena Duck Syndrome
Pernyataan tersebut memperlihatkan arah pendidikan yang ingin dibangun Tel-U.
Calon dokter tidak hanya dituntut memahami tubuh manusia dan penyakit, tetapi juga perlu mengenali bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendukung proses pelayanan kesehatan.
Konsep tersebut menjadi semakin relevan ketika data kesehatan berkembang menjadi salah satu bagian penting dalam pengambilan keputusan medis.
Kemampuan membaca dan memahami data dapat membantu dokter melihat kondisi pasien secara lebih menyeluruh.
Sementara perkembangan predictive medicine dan precision medicine membuka peluang bagi pendekatan kesehatan yang semakin disesuaikan dengan kondisi setiap individu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Praha di UCL, 20 Oktober 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Istanbul
- 3Prediksi Skor Sabah FK vs Borussia Dortmund di UCL, 20 Oktober 2026: Mampukah The Owls Memperpanjang Tren Buruk Die Borussen?
- 4Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 5Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Lille vs Galatasaray di UCL, 21 Oktober 2026: Duel Dua Tim Tanpa Poin di Pierre Mauroy
- 8Prediksi Skor Club Brugge vs RC Lens di UCL, 22 Oktober 2026: Ujian Konsistensi Usai Kejutan di San Siro
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






