Jakarta

Siswa SMK Bisa Belajar Gratis ke Tokyo, Tapi Ada Syarat Bikin Video 90 Detik Terlebih Dulu

Anggerhana Denni Rahmawati | 3 Oktober 2026, 21:15 WIB
Siswa SMK Bisa Belajar Gratis ke Tokyo, Tapi Ada Syarat Bikin Video 90 Detik Terlebih Dulu
Ilustrasi siswa SMK pertukaran pelajar ke Tokyo, Jepang. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Kesempatan belajar ke Jepang terbuka bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui program pertukaran pelajar yang difasilitasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Namun, sebelum bisa merasakan pengalaman belajar di Tokyo, calon peserta harus melewati satu tahap yang membutuhkan kreativitas: membuat video berdurasi maksimal dua menit.

Program tersebut digelar Direktorat SMK bersama Tokyo Metropolitan Board of Education.

Pendaftaran masih dibuka hingga 6 Oktober 2026 dan peserta yang lolos seleksi akan mengikuti rangkaian kegiatan di Tokyo pada 5-12 Desember 2026.

Video yang harus dibuat pendaftar berdurasi 90 hingga 120 detik dengan format landscape.

Tidak sekadar memperkenalkan diri, video tersebut harus menunjukkan motivasi mengikuti program, rencana kontribusi, serta budaya lokal yang ingin diperkenalkan kepada peserta dari negara lain.

Video dapat dibuat menggunakan bahasa Inggris atau kombinasi bahasa Jepang.

Dengan waktu yang singkat, peserta dituntut menyampaikan sejumlah informasi penting tentang dirinya sekaligus memperlihatkan alasan mengapa mereka tertarik mengikuti program pertukaran pelajar tersebut.

Persyaratan ini membuat proses pendaftaran tidak hanya bergantung pada nilai akademik.

Kemampuan berkomunikasi, kreativitas dalam menyusun video, serta gagasan tentang kontribusi dan budaya Indonesia juga menjadi bagian dari materi yang harus disiapkan calon peserta.

Baca Juga: Satu Lokasi, Banyak Aktivitas: Cara Baru Menikmati Akhir Pekan di Makassar

Program ini terbuka bagi siswa SMK kelas 10, 11, maupun 12 yang berusia minimal 15 tahun.

Pendaftar juga harus memenuhi persyaratan akademik dan melampirkan dokumen pendukung, seperti rapor dua semester terakhir atau ijazah SMP.

Kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu syarat lainnya.

Calon peserta dapat menggunakan sertifikat TOEFL ITP dengan skor minimal 500, IELTS minimal 5,5, atau TOEIC minimal 785.

Selain dokumen akademik dan sertifikat bahasa, peserta harus menyiapkan portofolio, surat izin orang tua, serta surat keterangan dari sekolah.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.