Siswa SMK Bisa Belajar Gratis ke Tokyo, Tapi Ada Syarat Bikin Video 90 Detik Terlebih Dulu

AKURAT JAKARTA - Kesempatan belajar ke Jepang terbuka bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui program pertukaran pelajar yang difasilitasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Namun, sebelum bisa merasakan pengalaman belajar di Tokyo, calon peserta harus melewati satu tahap yang membutuhkan kreativitas: membuat video berdurasi maksimal dua menit.
Program tersebut digelar Direktorat SMK bersama Tokyo Metropolitan Board of Education.
Pendaftaran masih dibuka hingga 6 Oktober 2026 dan peserta yang lolos seleksi akan mengikuti rangkaian kegiatan di Tokyo pada 5-12 Desember 2026.
Video yang harus dibuat pendaftar berdurasi 90 hingga 120 detik dengan format landscape.
Tidak sekadar memperkenalkan diri, video tersebut harus menunjukkan motivasi mengikuti program, rencana kontribusi, serta budaya lokal yang ingin diperkenalkan kepada peserta dari negara lain.
Video dapat dibuat menggunakan bahasa Inggris atau kombinasi bahasa Jepang.
Dengan waktu yang singkat, peserta dituntut menyampaikan sejumlah informasi penting tentang dirinya sekaligus memperlihatkan alasan mengapa mereka tertarik mengikuti program pertukaran pelajar tersebut.
Persyaratan ini membuat proses pendaftaran tidak hanya bergantung pada nilai akademik.
Kemampuan berkomunikasi, kreativitas dalam menyusun video, serta gagasan tentang kontribusi dan budaya Indonesia juga menjadi bagian dari materi yang harus disiapkan calon peserta.
Baca Juga: Satu Lokasi, Banyak Aktivitas: Cara Baru Menikmati Akhir Pekan di Makassar
Program ini terbuka bagi siswa SMK kelas 10, 11, maupun 12 yang berusia minimal 15 tahun.
Pendaftar juga harus memenuhi persyaratan akademik dan melampirkan dokumen pendukung, seperti rapor dua semester terakhir atau ijazah SMP.
Kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu syarat lainnya.
Calon peserta dapat menggunakan sertifikat TOEFL ITP dengan skor minimal 500, IELTS minimal 5,5, atau TOEIC minimal 785.
Selain dokumen akademik dan sertifikat bahasa, peserta harus menyiapkan portofolio, surat izin orang tua, serta surat keterangan dari sekolah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Irlandia vs Austria di UNL, 2 Oktober 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Kemenangan
- 2Prediksi Skor Wales vs Norwegia di UNL, 2 Oktober 2026: Mampukah The Dragons Bangkit di Cardiff?
- 3Prediksi Skor Eritrea vs Afrika Selatan di Kualifikasi Piala Afrika 2027, 30 September 2026: Duel Pemuncak Grup D di Cairo
- 4Prediksi Skor Jerman vs Serbia di UNL, 2 Oktober 2026: Misi Bangkit Die Mannschaft di Munich
- 5Prediksi Skor Yunani vs Belanda di UNL, 2 Oktober 2026: Duel Sengit di Toumba
- 6Prediksi Skor Denmark vs Portugal di UNL, 2 Oktober 2026: Duel Dua Tim dengan Start Berbeda
- 7Nyala Ainun, Penulis Cilik Tangsel yang Telah Melahirkan 9 Buku dan Sabet Berbagai Penghargaan
- 8Buka Workshop di Japfa Food Indonesia, Wabup Intan Dorong Dunia Usaha Perkuat Pengelolaan Sampah Mandiri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







