Jakarta

Dari Membantu Ibu Menjahit hingga Jadi Lulusan Terbaik Unesa, Kisah Dini Raih IPK 3,87

Anggerhana Denni Rahmawati | 6 Oktober 2026, 07:30 WIB
Dari Membantu Ibu Menjahit hingga Jadi Lulusan Terbaik Unesa, Kisah Dini Raih IPK 3,87
Dini sempat ingin batal kuliah, kini jadi lulusan terbaik Unesa dengan IPK 3,87. - unesa.ac.id

AKURAT JAKARTA - Menjadi mahasiswa bagi Dini Yusa Rachman bukan hanya soal menghadiri perkuliahan dan mengerjakan tugas.

Di balik pencapaiannya sebagai lulusan terbaik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), ada rutinitas membagi waktu antara kuliah, membantu usaha jahit sang ibu, hingga menjadi tutor privat.

Kondisi ekonomi keluarga sempat membuat Dini hampir mengubur impian untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Namun, keinginan mengubah keadaan membuatnya tetap mencoba masuk perguruan tinggi hingga akhirnya diterima di Unesa pada Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

Sejak menjadi mahasiswa, Dini tidak hanya mengandalkan kegiatan perkuliahan.

Setelah menyelesaikan aktivitas kampus, ia membantu ibunya yang memiliki usaha jahit.

Untuk mendapatkan tambahan biaya hidup, Dini juga menjadi tutor privat.

Kesibukannya mencari penghasilan tidak membuat Dini meninggalkan aktivitas sebagai mahasiswa.

Ia tetap aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan dipercaya memimpin Divisi Pengembangan Sumber Daya Organisasi Civic Study Club.

Di tengah berbagai kesibukan tersebut, Dini bahkan ikut membuat program edukasi kebangsaan yang menyasar sejumlah sekolah.

Baca Juga: Ada Tarif Rp0 untuk Peserta Jakarta Running Festival 2026, Berlaku di 4 Moda Transportasi

Ia juga berhasil mendapatkan pendanaan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) sebesar Rp4,5 juta dan menjadi semifinalis bluChamp Business Case Competition Jawa Timur 2024.

Pengalaman menjalani banyak peran selama kuliah ternyata tidak hanya membentuk perjalanan Dini, tetapi juga memengaruhi penelitian yang ia pilih untuk tugas akhirnya.

Dini mengangkat persoalan perempuan pekerja yang harus membagi waktu di tengah berbagai tuntutan kehidupan.

Skripsinya berjudul "Strategi Work-Life Balance Perempuan Pekerja Pabrik Benang Desa Sidorogo Kabupaten Sidoarjo".

Topik tersebut tidak dipilih secara kebetulan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.