Jakarta

Nur Anita Pulang ke Papua Setelah Jadi Dokter Gigi, Bawa Misi dari Masa Kecilnya

Anggerhana Denni Rahmawati | 6 Oktober 2026, 12:30 WIB
Nur Anita Pulang ke Papua Setelah Jadi Dokter Gigi, Bawa Misi dari Masa Kecilnya
Nur Anita bawa profesi dokter gigi ke pelosok Papua. - umi.ac.id

AKURAT JAKARTA - Bagi sebagian lulusan kedokteran gigi, kota besar bisa menjadi pilihan untuk membangun karier.

Namun, drg. Nur Anita justru mengambil jalan berbeda.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia (FKG UMI) Makassar, ia memilih kembali ke Indonesia Timur untuk bekerja di wilayah dengan akses pelayanan kesehatan yang masih terbatas.

Pilihan itu bukan keputusan yang muncul tiba-tiba.

Ada pengalaman masa kecil yang membuat Nur Anita memahami persoalan tersebut dari dekat.

Pengalaman Masa Kecil Membawa Nur Anita Kembali

Papua bukan tempat asing bagi Nur Anita.

Kedua orang tuanya merantau dari Makassar ke Papua pada 1988, sementara Kabupaten Paniai menjadi tempat ia tumbuh.

Sejak kecil, ia melihat sendiri bagaimana masyarakat di sekitarnya harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan dokter gigi.

"Sejak kecil, saya menyaksikan tetangga maupun kerabat harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh pelayanan dokter gigi. Pengalaman ini ikut menentukan ke mana ilmu yang saya peroleh akan dibawa," ujar Nur Anita.

Baca Juga: Gunung Bromo Jadi Destinasi Murah di Asia, Liburan Seminggu Berdua Rp5,8 Juta

Pengalaman tersebut kemudian bertemu dengan pendidikan yang ia dapatkan di FKG UMI.

Selama kuliah, Nur Anita tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik dan keterampilan klinis, tetapi juga pengalaman berinteraksi langsung dengan pasien.

Setelah disumpah sebagai dokter gigi pada 2021, ia memiliki kesempatan untuk menentukan tempat memulai profesinya.

Ia memilih wilayah Indonesia Timur.

Dari Nabire hingga Deiyai

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.