Jakarta

Waspada! Hari Ini Gunung Anak Krakatau Status Siaga, Terjadi 28 Kali Gempa, Warga Dilarang Dekati Pulau Baru

M Rahman Akurat | 11 Oktober 2026, 19:17 WIB
Waspada! Hari Ini Gunung Anak Krakatau Status Siaga, Terjadi 28 Kali Gempa, Warga Dilarang Dekati Pulau Baru
Gunung Anak Krakatau kembali meletus beberapa kali dalam sehari ini.

AKURAT JAKARTA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa status Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.

Berdasarkan pengamatan terbaru pada Minggu (11/10/2026), aktivitas vulkanik di dalam perut gunung yang terletak di Selat Sunda ini terpantau masih sangat fluktuatif.

Dalam laporan resmi PVMBG periode pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB, secara visual Gunung Anak Krakatau terlihat cukup jelas.

Baca Juga: Jetour T2 i-DM Curi Perhatian Pecinta Off-Road dengan Desain Boxy dan Kabin Premium, Ini Spesifikasi Lengkap yang Bikin Penasaran

Dari puncak kawah, teramati adanya asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, mencapai ketinggian antara 10 hingga 50 meter.

Aktivitas Kegempaan Didominasi Gempa Hembusan dan Tremor

Petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau melaporkan terjadinya 28 kali kegempaan dalam kurun waktu enam jam tersebut.

Rincian aktivitas seismik yang terekam meliputi:

  • Gempa Hembusan: Terjadi sebanyak 16 kali dengan durasi berkisar antara 22 hingga 190 detik.

  • Gempa Hybrid/Fase Banyak: Terjadi sebanyak 6 kali dengan durasi 7 hingga 12 detik.

  • Gempa Vulkanik Dangkal: Terjadi sebanyak 6 kali dengan durasi 9 hingga 17 detik.

Selain itu, alat seismograf juga merekam adanya Tremor Menerus (Microtremor) dengan amplitudo 1 hingga 42 mm, di mana amplitudo dominan berada pada angka 15 mm.

"Keterangan lain, kegempaan fluktuatif didominasi oleh gempa Hembusan dan Tremor Menerus," tulis Pengamat Gunung Api, Muhammad Dika Nurzaman, dalam laporan resminya, Minggu (11/10/2026).

Baca Juga: Tampil Impresif di Mandalika, Veda Ega Pratama Pecahkan Rekor Poin Ai Ogura di Honda Team Asia

Jauhi Radius 5 Km dan Larangan Dekati Pulau Baru

Merespons status siaga ini, PVMBG mengeluarkan rekomendasi ketat bagi keselamatan warga pesisir, nelayan, maupun wisatawan.

Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Secara khusus, PVMBG juga memberikan atensi pada pulau baru yang diduga terbentuk akibat rentetan erupsi terus-menerus pada periode 4 hingga 6 September 2026 lalu.

"Masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 1 km dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunungapi Anak Krakatau," tegas Muhammad Dika Nurzaman.

Baca Juga: Perang Medsos! Boikot Produk Indonesia di Malaysia Meluas ke Santan dan Kopi, Netizen RI Siapkan Aksi Balasan

Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya sekunder dan primer, seperti lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta potensi tsunami lokal yang bisa dipicu oleh aktivitas vulkanik bawah laut.

"Baik dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau," katanya.

Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung diminta untuk harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.