Jakarta

Dubai Jadikan Guru sebagai Talenta Prioritas, Indonesia Masih Punya PR soal Kesejahteraan Pendidik

Anggerhana Denni Rahmawati | 12 Oktober 2026, 11:30 WIB
Dubai Jadikan Guru sebagai Talenta Prioritas, Indonesia Masih Punya PR soal Kesejahteraan Pendidik
Ilustrasi Guru. - OpenAi

AKURAT JAKARTA - Pengabdian guru tidak hanya menentukan kualitas pembelajaran di kelas, tetapi juga ikut membentuk masa depan suatu negara.

Namun, cara pemerintah menghargai tenaga pendidik bisa berbeda-beda.

Di Dubai, pendidik berprestasi mendapat Golden Visa sebagai bentuk pengakuan sekaligus strategi mempertahankan talenta pendidikan.

Sementara itu, Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah terkait kesejahteraan, kepastian karier, dan pemerataan kesempatan bagi guru.

Pada peringatan Hari Guru Sedunia, 5 Oktober 2026, Dubai mengumumkan pemberian Golden Visa kepada sejumlah pendidik berprestasi di lembaga pendidikan swasta.

Program ini mencakup pendidik di pusat pendidikan anak usia dini, sekolah, hingga perguruan tinggi.

Sejak diluncurkan pada 5 Oktober 2024, program tersebut telah menerima lebih dari 835 aplikasi.

Kandidat dinilai berdasarkan kualifikasi akademik, prestasi profesional, kontribusi terhadap masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, serta dampaknya terhadap hasil belajar siswa.

Kebijakan yang diarahkan oleh Putra Mahkota Dubai, Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum, menjadi bagian dari strategi Education 33 untuk menarik dan mempertahankan tenaga pendidik berkualitas.

Dubai Mengakui Prestasi Guru Lewat Kesempatan Tinggal Jangka Panjang

Baca Juga: Penggemar Harry Potter Wajib Tahu, Buku Langka Bertanda Tangan J.K. Rowling Hadir di Indonesia

Golden Visa bukan sekadar penghargaan simbolis.

Bagi pendidik yang memenuhi kriteria, izin tinggal jangka panjang tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan atas kontribusi profesional mereka.

Dubai juga menggunakan program ini sebagai strategi untuk memperkuat daya saing sektor pendidikan.

Guru yang memiliki prestasi, inovasi, dan dampak nyata terhadap perkembangan siswa dipandang sebagai talenta penting yang perlu dipertahankan.

Penilaiannya tidak hanya bertumpu pada ijazah atau pengalaman kerja.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.