Jakarta

Demi Arkeologi Benteng Batavia, MRT Jakarta Fase 2A Ubah Desain Terowongan Bawah Tanah

M Rahman Akurat | 18 Oktober 2026, 09:39 WIB
Demi Arkeologi Benteng Batavia, MRT Jakarta Fase 2A Ubah Desain Terowongan Bawah Tanah
Penemuan artefak bersejarah saat pembuatan terowongan bawah tanah MRT Jakarta Fase 2A

AKURAT JAKARTA — Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A tidak hanya menjadi proyek modernisasi transportasi, tetapi juga misi penyelamatan sejarah.

Proyek yang menghubungkan Bundaran HI hingga Jakarta Kota ini harus melakukan perubahan desain struktural yang masif demi melindungi sisa-sisa Benteng Batavia yang ditemukan di bawah tanah.

Anggota Tenaga Ahli Cagar Budaya Nasional sekaligus Ahli Arkeologi proyek MRT Jakarta Fase 2A, Junus Satria Atmodjo, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan tinggi terhadap sejarah Jakarta.

"Ketika ditemukan struktur bagian bawah dari Benteng Batavia yang lainnya sudah rusak, kemudian MRT mengubah desainnya. Itu mahal dan susah, tetapi itu dilakukan. Kenapa? Karena MRT menghormati sejarah Jakarta," ujar Junus saat penyerahan temuan arkeologi di Stasiun Jakarta Kota, Kamis (16/10/2026).

Baca Juga: Meriahkan HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, KNPI Gelar Dragbike Kejurprov Banten 2026, Diikuti Lebih 1000 Pembalap

Bukan Pertama Kali Mengubah Rute

Komitmen MRT Jakarta dalam menjaga cagar budaya sebenarnya sudah terlihat sejak tahun 2022.

Kala itu, manajemen MRT harus membelokkan jalur terowongan (tunnel) dari arah Mangga Besar menuju Stasiun Kota.

Keputusan tersebut diambil setelah tim menemukan sisa tembok tua Batavia yang dikenal sebagai Pintu Besar.

Karena struktur tersebut memiliki nilai sejarah yang tak ternilai dan tidak mungkin dipindahkan, rekayasa desain jalur menjadi satu-satunya solusi terbaik.

Untuk mengantisipasi hal serupa, MRT Jakarta telah melibatkan tim ahli arkeologi sejak tahap penentuan desain dasar (basic design).

Selain itu, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta turut mendampingi penuh setiap penanganan benda bersejarah yang ditemukan selama konstruksi.

Baca Juga: Debut Perdana Jetour T2 i-DM di Indonesia Langsung Menarik Perhatian karena Bawa Bodi Boxy dan Ruang Bagasi Rata yang Sangat Fungsional

Dokumentasi Canggih 3D dan Temuan Saluran Air Terakota

Proses evakuasi dan pencatatan situs sejarah ini dilakukan dengan standar modern.

Project Management for Construction 2 MRT Jakarta, Indra Gunawan, menjelaskan bahwa seluruh temuan arkeologi didokumentasikan menggunakan teknologi pemindaian tiga dimensi (3D scanning) dan fotogrametri.

Beberapa temuan monumental dalam proyek ini meliputi:

  • Saluran Air Terakota: Membentang luas dari kawasan Pintu Besar Selatan hingga area sekitar Stasiun Jakarta Kota.

  • Artefak Lepas: Ribuan fragmen keramik kuno.

  • Struktur Sungai: Temuan cerucuk kayu yang berkaitan erat dengan dinding sungai masa lalu.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.