Jakarta

ITS Terima Camaba Disabilitas Mulai 2027, Tantangan Terbesarnya Justru Ada di Dalam Kampus

Anggerhana Denni Rahmawati | 22 Oktober 2026, 20:15 WIB
ITS Terima Camaba Disabilitas Mulai 2027, Tantangan Terbesarnya Justru Ada di Dalam Kampus
ITS buka pintu bagi mahasiswa disabilitas pada 2027. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Kesempatan kuliah bagi penyandang disabilitas di perguruan tinggi masih berkaitan erat dengan kesiapan lingkungan pendidikan.

Membuka jalur penerimaan memang penting, tetapi akses pendidikan yang setara juga membutuhkan fasilitas dan sistem pembelajaran yang mampu mengakomodasi kebutuhan mahasiswa.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) akan mulai menerima calon mahasiswa baru (camaba) penyandang disabilitas pada 2027 melalui jalur Mandiri Prestasi atau Reguler.

Kebijakan ini menjadi langkah untuk memperluas akses pendidikan tinggi, sekaligus menguji kesiapan kampus dalam menyediakan lingkungan belajar yang inklusif.

Penerimaan Mahasiswa Bukan Garis Akhir

Wakil Rektor III ITS, Imam Baihaqi, menyampaikan kebijakan tersebut dalam Inclusive Campus Implementation Academy: Seminar dan Workshop Kampus Inklusif di Auditorium Gedung Research Center ITS, Selasa (20/10).

Sejumlah departemen telah disiapkan untuk menerima mahasiswa disabilitas, di antaranya Statistika, Biologi, Aktuaria, Studi Pembangunan, Manajemen Bisnis, Teknik Sistem dan Industri, Teknik Kelautan, Teknik Informatika, serta Perencanaan Wilayah dan Kota.

Namun, tantangan kampus inklusif tidak berhenti ketika mahasiswa berhasil lolos seleksi.

Mahasiswa juga harus dapat mengikuti perkuliahan, mengakses fasilitas, mengerjakan tugas, dan berpartisipasi dalam kegiatan akademik tanpa menghadapi hambatan yang seharusnya bisa diatasi.

Bayangkan mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi, tetapi kesulitan mencapai ruang kelas karena tidak tersedia jalur yang aksesibel.

Baca Juga: Prediksi Skor Hoffenheim vs Lyon di UEL, 23 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Hentikan Laju Les Gones?

Atau mahasiswa yang membutuhkan teknologi bantu, tetapi perangkat pendukungnya belum tersedia.

Dalam situasi seperti ini, kesempatan masuk kuliah belum sepenuhnya menjamin kesempatan belajar yang setara.

Empat Hal yang Perlu Disiapkan Kampus

Tim Ahli Pusat Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga, Rofah, menjelaskan bahwa ada empat aspek yang perlu diperhatikan dalam membangun kampus inklusif, yaitu pola pikir, tanggung jawab, penganggaran, dan layanan.

"Institusi perlu untuk membuat kebijakan yang mengikutsertakan dan mendukung mahasiswa disabilitas dari segi fasilitas hingga pengajaran," ucap Rofah.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.