Tak Harus Selalu Kuliah di Kelas, Ini 3 Jalur S2 dan S3 Unnes 2026/2027 yang Bisa Dipilih

AKURAT JAKARTA - Keinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister atau doktor tidak selalu mudah diwujudkan, terutama bagi mereka yang sudah bekerja.
Waktu yang terbatas, tanggung jawab profesional, dan kebutuhan untuk tetap menjalankan aktivitas sehari-hari bisa menjadi pertimbangan sebelum mendaftar kuliah.
Namun, pengalaman kerja dan minat penelitian dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan jalur pendidikan yang sesuai.
Universitas Negeri Semarang (Unnes) membuka penerimaan mahasiswa baru jenjang magister (S2) dan doktor (S3) tahun akademik 2026/2027 melalui tiga jalur, yaitu Reguler, Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dan by Research.
Ketiga jalur ini memiliki mekanisme seleksi serta pola pembelajaran yang berbeda.
Karena itu, calon mahasiswa perlu memahami karakteristiknya agar dapat memilih program yang sesuai dengan pengalaman dan tujuan akademik masing-masing.
Pengalaman Kerja Bisa Menjadi Pertimbangan untuk Kuliah S2
Salah satu jalur yang menarik bagi calon mahasiswa dengan pengalaman profesional adalah Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL.
Program ini memungkinkan kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja untuk dinilai dan diakui sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui mekanisme tersebut, pembelajaran yang telah diperoleh sebelumnya dapat diperhitungkan sebagai bagian dari pemenuhan beban studi.
Artinya, calon mahasiswa tidak hanya perlu melihat ijazah pendidikan sebelumnya, tetapi juga perlu memahami bagaimana kompetensi dan pengalaman yang dimiliki dapat dinilai dalam proses RPL.
Untuk program S2, Unnes menyediakan pengakuan kredit hingga maksimal 50 persen dari total beban studi sebanyak 54 SKS.
Dengan skema tersebut, mahasiswa berpeluang menyelesaikan pendidikan dalam tiga semester, bergantung pada hasil pengakuan kredit dan pemenuhan persyaratan program.
Meski demikian, pengalaman kerja tidak otomatis membuat seseorang memperoleh pengakuan SKS.
Kompetensi yang dimiliki tetap perlu melalui proses penilaian sesuai ketentuan universitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs NEC Nijmegen di UEL, 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Beruntun
- 2Prediksi Skor Olympiacos vs Sparta Praha di UEL, 23 Oktober 2026: Ujian Konsistensi Tuan Rumah di Georgios Karaiskakis
- 3Prediksi Skor Omonia vs Benfica di UEL, 23 Oktober 2026: Ujian Berat di Markas The Shamrock
- 4Prediksi Skor Hoffenheim vs Lyon di UEL, 23 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Hentikan Laju Les Gones?
- 5Prediksi Skor OFI Crete vs Bayer Leverkusen di UEL, 22 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Menghentikan Laju Die Werkself?
- 6Prediksi Skor Getafe vs Lugano di UECL, 22 Oktober 2026: Momentum Positif Tim Tamu Jadi Ancaman
- 7Prediksi Skor Lille vs Galatasaray di UCL, 21 Oktober 2026: Duel Dua Tim Tanpa Poin di Pierre Mauroy
- 8Prediksi Skor Celtic vs Celta Vigo di UEL, 23 Oktober 2026: Siapa yang Akhiri Tren Buruk di Eropa?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





