Jakarta

ADA ADA AJE: Gegara Punya Mulut Kelewat Cerewet, Istri Dibunuh Suami dan Dua Anaknya

Sastra Yudha | 8 September 2023, 23:58 WIB
ADA ADA AJE: Gegara Punya Mulut Kelewat Cerewet, Istri Dibunuh Suami dan Dua Anaknya

AKURAT.CO - Sepertinya wanita memang diciptakan bermulut bawel alias cerewet. Karena itu, laki-laki harus sabar ketika menghadapi wanita yang cerewet. Kalau tidak, bisa-bisa terjadi perang tiap hari.

Seperti yang dialami oleh Sutrisno (37) ini. Bahkan, karena tak tahan sering diomelin istrinya, Kartini (41), Sutrisno berkomplot dengan dua anaknya menghabisi nyawa istrinya.

Pengungkapan kasus ini berawal dari penemuan jasad wanita yang dibungkus karung dan karpet di parit, kawasan Bukit Kapur, Dumai, Riau, pada 26 Agustus lalu.

Hasil penyelidikan polisi, mayat wanita itu diidentifikasi sebagai Kartini (41). Sehari-hari, Kartini berjualan bakso. Polisi menyimpulkan, Kartini tewas dibunuh.

Baca Juga: Viral Mobil Patroli Nyaris Serempet Delegasi KTT ASEAN, IPW Minta Kapolri Tegur Keras Dirlantas Polda Metro

Polisi pun melakukan penyelidikan, hingga didapat praduga bahwa Kartini dibunuh di rumahnya oleh orang terdekat. Benar saja, ternyata nyawa Kartini dihabisi oleh dua anaknya, yaitu K (14) dan L (12). Kedua remaja ini membunuh ibunya atas perintah ayahnya, yaitu Sutrisno.

Rupanya, Sutrisno sudah nggak tahan hidup bersama Kartini. Wanita yang dia nikahi saat status janda anak satu itu, suka marah-marah dan cerewetnya nggak ketulungan.

Tak hanya pada Sutrisno. Kartini juga sering marah-marah ke dua anaknya, satu anak kandung dan satu anak tiri. Maka, ketika ayahnya mengajak keduanya membunuh ibunya, K dan L pun bersedia.

Pembunuhan sendiri terjadi 23 Agustus di rumah mereka di daerah Bukit Kapur. Usai dibunuh, mayat korban dibungkus dengan karung dan karpet.

Baca Juga: 10 Wilayah dengan Kualitas Udara Terburuk di Jakarta Versi IQAir, Tempat Tinggalmu Termasuk?

Selanjutnya mayat korban dibuang ke dalam parit. Tiga hari kemudian, mayat ditemukan oleh warga dalam kondisi telah membusuk.

Tak berselang lama dari penemuan mayat Kartini, kedua anaknya yakni K dan L, ditangkap polisi di rumahnya. Keduanya ditangkap saat jualan bakso.

Jadi, seolah tidak ada masalah di sana. Tapi, polisi curiga. Karena kedua anak itu jualan, tetapi kedua orang tuanya tidak ada. Padahal, biasanya yang jualan bakso itu Kartini dan Sutrisno.

Setelah diinterosasi, keduanya akhirnya mengaku. Polisi langsung menangkap dua remaja itu.

Sedangkan Sutrisno mencoba kabur menuju pulau jawa. Ia kabur dengan naik bus dari Pekanbaru.

Namun setibanya di Lampung, pelaku turun dan menginap di rumah temannya. Di situlah polisi menangkap pelaku dan langsung dibawa ke Dumai untuk tinggal bersama kedua anaknya di dalam penjara. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.