Jakarta

Asal dan Usul JENGLOT BATARA KARANG Dikisahkan Oleh Gus Muwafiq

Tiara Juliyanti Putri | 27 Januari 2024, 17:51 WIB
Asal dan Usul JENGLOT BATARA KARANG Dikisahkan Oleh Gus Muwafiq

AKURAT.CO Gus Muwafiq ceritakan asal usul tentang Jenglot dan Ilmu Pelet yang ada di tanah Jawa.

Gus Muwafiq kerap ceritakan sejarah dalam ceramahnya, salah satunya yaitu sejarah awal ilmu pelet, Mukso dan Ngerogo Sukmo.

Ilmu pelet adalah satu ilmu yang bertujuan untuk memikat hati baik perempuan atau laki-laki agar cinta kepada dirinya.

Baca Juga: WAJIB BACA, Bagi KPPS, SAKSI dan Pengawas TPS, Jenis Surat Suara Sah dan Tidak Sah

Ilmu pelet akan membuat hati orang yang terkena ilmu ini akan jatuh cinta dan mabuk kasmaran.

Asal usul ilmu pelet yang ada di tanah Jawa ini di ceritakan secara detail oleh Gus Muwafiq. Dilansir Akurat Jakarta dari kanal YouTube Angon Ngaji.

Pada zaman dahulu di tanah Jawa ini ada satu aliran atau kepercayaan yang dinamakan aliran Bhairawa Tantra.

Baca Juga: Malam Minggu Sendirian Saja di Rumah? Baca Manga One Piece Saja di Hape Bisa Jadi Alternatif Mengatasi Kesepian Kamu

Orang yang mengikuti Aliran Bhairawa ini dianggap sempurna ketika sudah bisa melakukan Mukso.

Mukso adalah ritual yang dilakukan orang zaman dulu untuk menghilangnya raga dan juga sukmanya.

Mukso ini dilakukan dengan cara upowoso. Ritual upowoso sendiri adalah satu tirakat yang dilakukan dengan cara meninggalkan makan minum.

Baca Juga: Voice of Baceprot Siap Guncang Panggung Jogjarockarta 2024 Sore Ini, Pecinta Rock Jangan Sampai Lewat!

Bukan hanya makan minum saja tetapi upowoso juga harus meninggalkan hubungan suami istri sampai jasad orang yang melakukan upowoso menghilang.

Dan pada zaman dahulu kala banyak diantaranya orang yang gagal dalam melakukan Mukso.

Kegagalan dalam melakukan Mukso akan berakibat tubuh orang yang melakukan upowoso akan menjadi kecil dan terus mengecil.

Baca Juga: Mengenal Shiryu di Serial Manga Saint Seiya: Paling Dewasa dari 5 Orang Suci Dewi Athena, Punya Tato Naga yang Menutupi Hampir Seluruh Punggung

Dan ketika gagal dalam upowoso atau Mukso maka orang tersebut akan menjadi Jenglot atau dikenal juga dengan nama Betara Karang.

"Pas ngelakoni upawasa awake wis mimpis cilik cilik cilik inget bojone macet, Ajeng gede melih boten Iso, ngilang boten Iso, mulo jadi jenglot utowo betara karang" ucap Gus Muwafiq, yang kalau diartikan kedalam bahasa Indonesia seperti ini.

"Pas melakukan puasa, orang tersebut akan mengecil mengecil mengecil, inget istrinya lalu macet, sehingga mau berubah besar kembali tidak bisa, menghilang juga tidak bisa makanya jadi jenglot atau Betara Karang" ucap Gus Muwafiq.

Baca Juga: Bintang Catwoman Debut Jadi Sutradara di Film Blink Twice, Tayang Perdana 23 Agustus 2023

Karena aliran ini dianggap terlalu berat pada masa itu akhirnya Aliran Bhairawa mulai banyak yang meninggalkan aliran ini.

Para penganut aliran Bhrairawa berganti dengan aliran Ngronggo Sukmo. Aliran ini akan melakukan satu ritual yang diberi nama Panca Makara.

Panca Makara sendiri adalah satu upacara atau ritual dimana semua pengikutnya akan berkumpul dan telanjang bulat antara laki-laki dan perempuan pada suatu tempat.

Baca Juga: INDONESIA VS AUSTRALIA, Catat Tanggal Mainnya, Babak 16 Besar Piala Asia 2023

Dalam upacara atau ritual Panca Makara juga mewajibkan pengikutnya untuk melakukan seks bebas.

Dalam ritual ini juga untuk menenangkan pikirin para pengikutnya meminum arak, dan untuk menahan lapar akan diberi makan daging manusia.

Hal ini akan dilakukan hingga sukmanya akan terbang keluar dari jasadnya. Dan ketika sukma ini keluar dari jasadnya ketika mengajak sukma lain untuk mencintainya maka di sebut nama nya ilmu pelet.

Baca Juga: 3 Zodiak yang Diprediksi akan Memiliki Nasib Cukup Baik di Tahun 2024

Itulah asal dan usul adanya ilmu pelet di Tanah Jawa menurut Gus Muwafiq, yang bercerita juga bahwa zaman dulu ada aliran yang sukanya makan daging manusia.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.