Jakarta

Kapan Puasa Ramadhan 2024? Kalender Kemenag dan Muhammadiyah Beda Tanggal Mulai Puasa hingga Idul Fitri, Begini Penjelasannya

Sastra Yudha | 10 Februari 2024, 22:58 WIB
Kapan Puasa Ramadhan 2024? Kalender Kemenag dan Muhammadiyah Beda Tanggal Mulai Puasa hingga Idul Fitri, Begini Penjelasannya

AKURAT JAKARTA - Tak terasa, umat Islam akan segera memasuki bulan suci Ramadhan. Kapan awal Ramadhan 2024? Kementerian Agama (Kemenag) dan Muhammadiyah beda tanggal awal Ramadhan.

Puasa Ramadhan adalah puasa yang wajib dijalankan oleh umat Islam selama satu bulan penuh, sebelum memperingati Hari Raya Idul Fitri.

Ibadah puasa Ramadhan dilaksanakan dengan menahan lapar, haus, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa.

Puasa Ramadhan berlangsung selama 29 atau 30 hari, tergantung sabit yang menandai awal bulan terlihat atau tidaknya.

Baca Juga: Mau Buka Bareng Puasa Ramadhan Sambil Dengerin Konser Musik? Ada Feel Koplo, Nadin Amizah hingga Juicy Luicy, Catat Tanggal dan Lokasinya

Apabila bulan tidak terlihat pada malam hari ke-29, maka Ramadhan akan berlangsung selama 30 hari. Namun jika hilal terlihat, maka puasa berlangsung 29 hari saja.

Sebelum digelar sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadhan, ada acuan sementara untuk dijadikan dasar sementara dalam memperkirakan awal Ramadhan.

Berdasarkan Kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, awal puasa ramadhan 2024 jatuh pada tanggal 12 Maret 2024.

Ini berbeda dengan keputusan PP Muhammadiyah. Ormas Islam terbesar kedua setelah NU ini telah menetapkan awal Ramadhan jatuh pada tanggal 11 Maret 2024.

Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag RI telah merilis Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2024. Kalender ini sebagai acuan dalam hari-hari penting tahun 2024.

Baca Juga: Awal Mula Nico Robin Jadi Kru Bajak Laut Topi Jerami di Manga One Piece, Dua Kali Selamatkan Luffy dari Ancaman Kematian

Kalender Hijriah Kemenag RI menetapkan awal puasa 2024 jatuh pada 12 Maret 2024, sedangkan Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan 1446 H jatuh pada 11 Maret 2024.

Perbedaan tersebut dikarenakan pemerintah melalui Kementerian Agama RI masih menggunakan metode Imkanur Rukyah 2 derajat. Sedangkan Muhammadiyah menggunakan metode hisab wujudul hilal.

Selain terkait penetapan awal Ramadhan, cara atau metode yang digunakan Kemenag dan Muhammadiyah ini juga berpotensi beda dalam penetapan Hari Raya Idul Fitri 2024.

Hal ini tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 855 Tahun 2023, Nomor 3 Tahun 2023, dan Nomor 4 Tahun 2023 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2024.

Berdasarkan SKB 3 menteri tersebut, Idul Fitri tahun 2024 jatuh pada hari Rabu, 10 April 2024.

Berdasarkan kalender masehi, libur Idul Fitri berdekatan dengan akhir pekan, sehingga total libur Lebaran 2024 bisa bertambah menjadi 10 hari.

Baca Juga: Akhir Pekan Ini, Pergi Kuliner Chinese Food yang 100 Persen Halal di Festival Jajanan Glodok, Kunjungi Atrium Millenium Mall Artha Gading

Meski demikian, masyarakat tetap harus menunggu keputusan sidang isbat terkait penentuan awal puasa dan Idul Fitri. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.