Jakarta

WASPADA! Diduga Mengandung Zat Berbahaya, Es Krim Magnum Produk Unilever Ditarik dari Pasaran, Simak Penjelasannya di Sini

Sastra Yudha | 23 April 2024, 13:49 WIB
WASPADA! Diduga Mengandung Zat Berbahaya, Es Krim Magnum Produk Unilever Ditarik dari Pasaran, Simak Penjelasannya di Sini

AKURAT JAKARTA - Pecinta kuliner es krim di Indonesia wajib waspada. Badan Standarisasi Keamanan Pangan (FSA) Inggris menyatakan telah menarik produk Es Krim Magnum Almond dari pasaran, karena diduga mengandung zat berbahaya.

Dalam situs resminya, FSA Inggris menyatakan bahwa es krim produk Unilever yang ditarik kembali dari peredaran adalah jenis stik Es Krim Magnum Almond berukuran 3x100ml berkode L3338, L3339, L3340, L3341 and L3342.

Disebutkan, es krim Magnum produk Unilever itu ditarik dari pasaran di Inggris, karena kemungkinan adanya bahan plastik dan logam. Sehingga tidak aman untuk dikonsumsi.

Baca Juga: SAKSIKAN! Jazz Traffic Festival 2024 di Grand City Surabaya, Menghadirkan Kahitna, Nadin Amizah hingga Reality Club, Catat Tanggal Acaranya

"Unilever menarik kembali produk tersebut. Pemberitahuan penjualan akan ditampilkan di semua toko ritel yang menjual produk ini," tulis FSA dalam situsnya yang dikutip pada Selasa (23/4/2024).

FSA juga meminta para konsumen yang telah membeli produk es krim Magnum untuk tidak mengkonsumsinya. Ditegaskan bahwa Magnum yang diduga bermasalah telah ditarik dari toko-toko.

"FSA menerbitkan Pemberitahuan Informasi Penarikan Produk dan Pemberitahuan Informasi Penarikan Produk untuk memberi tahu konsumen dan otoritas setempat tentang masalah yang terkait dengan makanan," tambahnya.

FSA Inggris menyatakan, produk Es Krim Magnum Almond ditarik dari pasaran karena mengandung zat berbahaya.

Baca Juga: Meski Berubah Menjadi DKJ, Jakarta Diprediksi Masih Tetap Macet

"Produk ini mungkin mengandung potongan plastik dan logam sehingga tidak aman untuk dimakan," tambahnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.