Pihak SMPN 216 Jakarta Buka Suara soal Viral 4 Remaja Perempuan Ejek Korban Genosida di Palestina

AKURAT JAKARTA - Viral di media sosial adanya video empat remaja perempuan yang mengejek korban genosida di Palestina.
Seperti diketahui, dalam video tersebut, mereka tampak sedang makan di salah satu restoran cepat saji.
Salah satu remaja di video tampak sedang memakan daging ayam hingga bersih sampai tulangnya.
Bukan makannya yang jadi permasalahan, tapi komentar di video itu yang membuat netizen geram.
"Makan tulang anak Palestina," kata salah satu remaja. "Darah anak Palestina," sambung remaja lainnya yang sedang mencocol saus.
Selanjutnya ada temaja lain juga membuat lelucon yang sama. "Daging anak Palestina," kata di video itu. "Ini bukan saus, darah anak Palestina," sahut teman yang lain.
Baca Juga: Viral 4 Remaja Perempuan Ejek Korban Genosida di Palestina, Ini Kalimat yang Bikin Netizen Geram
Sontak saja video tersebut banyak kecaman dari nitizen yang menilai candaan empat remaja itu sudah sangat keterlaluan.
Tidak butuh waktu lama, salah satu netuzen langsung membongkar tempat sekolah para remaja.
Salah seorang netizen menyebut keempat remaja tersebut merupakan siswi SMPN 216 Jakarta.
Menanggapi viralnya video itu, pihak SMPN 216 Jakarta buka suara.
Mereka menyebut, video itu diambil pada hari Minggu (9/6). Kejadian itu juga terjadi di luar jam sekolah.
"Setelah mereka pulang dari tempat ibadah dan makan siang di restoran cepat saji," demikian klarifikasi pihak sekolah dikutip, Selasa (11/6).
Pihak sekolah menyatakan, empat orang yang berada dalam video tersebut bukanlah peserta didik SMPN 216 Jakarta.
Namun, yang mengambil video dan mengunggah serta pemilik akun Instastory tersebut merupakan salah satu peserta didik kelas 9 SMPN 216 Jakarta, yang juga teman dari mereka.
"Setelah mendalami perihal video yang sudah beredar kami dari pihak sekolah sangat menyayangkan dan mengecam perilaku dalam video tersebut," begitu sikap SMPN 216 Jakarta.
Pihak sekolah pun sudah memanggil yang bersangkutan beserta orang tuanya.
Pihak sekolah mendesak yang bersangkutan untuk membuat klarifikasi dan permintaan maaf kepada semua orang yang merasa dirugikan atas perbuatan yang dilakukan.
"Kami pihak sekolah selalu mengajarkan dan menjunjung tinggi sikap toleransi. Demikianlah klarifikasi ini kami sampaikan," kata pengelola SMPN 216 Jakarta. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe di UNL, 6 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 2Prediksi Skor Kroasia vs Spanyol di UNL, 7 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan 0-7?
- 3Prediksi Skor Inggris vs Ceko di UNL, 7 Oktober 2026: Mampukah The Three Lions Lanjutkan Tren Gemilang?
- 4Raker HAPPI Jatim 2026, Prof Zainul Hidayah Terpilih Jadi Ketua
- 5Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Tapi Mengapa Ranking FIFA Indonesia Tidak Naik? Ini Penjelasannya!
- 6Legislator Golkar Dadiyono Ungkap Warga Mulai Apatis terhadap PTSL, Pilih Urus Sertifikat Sendiri
- 7Hadiri Festival Indonesia 2026 di Korea Selatan, Wagub Rano Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta - Seoul
- 8RDF Rorotan Belum Maksimal, Legislator Golkar Dimaz Raditya Soroti Efektivitas Anggaran Rp170 Miliar
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






