Jakarta

Pihak SMPN 216 Jakarta Buka Suara soal Viral 4 Remaja Perempuan Ejek Korban Genosida di Palestina

Ainun Kusumaningrum | 12 Juni 2024, 17:54 WIB
Pihak SMPN 216 Jakarta Buka Suara soal Viral 4 Remaja Perempuan Ejek Korban Genosida di Palestina

AKURAT JAKARTA - Viral di media sosial adanya video empat remaja perempuan yang mengejek korban genosida di Palestina.

Seperti diketahui, dalam video tersebut, mereka tampak sedang makan di salah satu restoran cepat saji.

Salah satu remaja di video tampak sedang memakan daging ayam hingga bersih sampai tulangnya.

Baca Juga: VIRAL! Video 4 Cewek ABG Ejek Palestina Saat Makan di Restoran Cepat Saji, Salah Satunya Siswi SMPN 216, Disdik Jakarta: Mereka Akan Kami Bina

Bukan makannya yang jadi permasalahan, tapi komentar di video itu yang membuat netizen geram.

"Makan tulang anak Palestina," kata salah satu remaja. "Darah anak Palestina," sambung remaja lainnya yang sedang mencocol saus.

Selanjutnya ada temaja lain juga membuat lelucon yang sama. "Daging anak Palestina," kata di video itu. "Ini bukan saus, darah anak Palestina," sahut teman yang lain.

Baca Juga: Viral 4 Remaja Perempuan Ejek Korban Genosida di Palestina, Ini Kalimat yang Bikin Netizen Geram

Sontak saja video tersebut banyak kecaman dari nitizen yang menilai candaan empat remaja itu sudah sangat keterlaluan.

Tidak butuh waktu lama, salah satu netuzen langsung membongkar tempat sekolah para remaja.

Salah seorang netizen menyebut keempat remaja tersebut merupakan siswi SMPN 216 Jakarta.

Menanggapi viralnya video itu, pihak SMPN 216 Jakarta buka suara.

Mereka menyebut, video itu diambil pada hari Minggu (9/6). Kejadian itu juga terjadi di luar jam sekolah.

"Setelah mereka pulang dari tempat ibadah dan makan siang di restoran cepat saji," demikian klarifikasi pihak sekolah dikutip, Selasa (11/6).

Pihak sekolah menyatakan, empat orang yang berada dalam video tersebut bukanlah peserta didik SMPN 216 Jakarta.

Namun, yang mengambil video dan mengunggah serta pemilik akun Instastory tersebut merupakan salah satu peserta didik kelas 9 SMPN 216 Jakarta, yang juga teman dari mereka.

"Setelah mendalami perihal video yang sudah beredar kami dari pihak sekolah sangat menyayangkan dan mengecam perilaku dalam video tersebut," begitu sikap SMPN 216 Jakarta.

Pihak sekolah pun sudah memanggil yang bersangkutan beserta orang tuanya.

Pihak sekolah mendesak yang bersangkutan untuk membuat klarifikasi dan permintaan maaf kepada semua orang yang merasa dirugikan atas perbuatan yang dilakukan.

"Kami pihak sekolah selalu mengajarkan dan menjunjung tinggi sikap toleransi. Demikianlah klarifikasi ini kami sampaikan," kata pengelola SMPN 216 Jakarta. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.