Jakarta

Teror Penikaman Massal pada Kelas Tari di Inggris Tewaskan 2 Anak, Pelaku Ternyata Masih Berusia 17 Tahun

Saeful Anwar | 30 Juli 2024, 14:31 WIB
Teror Penikaman Massal pada Kelas Tari di Inggris Tewaskan 2 Anak, Pelaku Ternyata Masih Berusia 17 Tahun


AKURAT JAKARTA - Terjadi penikaman massal di Inggris Barat Laut menyebabkan dua anak-anak tewas.

Selain itu insiden ini juga mengakibatkan sembilan orang lainnya mengalami luka, kata kepolisian setempat.

Serangan penikaman ini terjadi di sebuah properti di Hart Street di Southport dalam sebuah kelas dansa, kata seorang pejabat dalam sebuah konferensi pers.

Baca Juga: Gak Perlu Jajan Lagi! Ini Resep Bikin Tahu Gejrot di Rumah, Kuliner Khas Cirebon yang Gurih dan Segar

Polisi Merseyside menjelaskan bahwa enam dari sembilan anak yang terluka dalam kondisi kritis.

Selain itu dua orang dewasa juga terluka kritis akibat serangan pisau ini.

Polisi berhasil menangkap pelaku atas kejadian tersebut. Diketahui pelaku baru berusia 17 tahun dan insiden serangan pisau ini terkait dengan teror.

Baca Juga: Waspada! Gejala Mata Kering pada Anak karena Seing Nonton Gadget, Terasa Seperti Ada Pasir hingga Mata Berair

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut insiden itu sebagai tragedi yang "mengerikan dan sangat mengejutkan."

"Saya turut bersimpati kepada semua yang terkena dampak. Saya juga ingin berterima kasih kepada polisi dan layanan darurat atas respons cepat mereka. Saya terus mendapatkan informasi terkini seiring perkembangan informasi," katanya di X seperti dikutip dari Anadolu.

Disisi lain, Menteri Dalam Negeri Inggris Yvette Cooper juga menyatakan turut prihatin dengan adanya insiden ini.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Tol Dalam Kota Jakarta Melibatkan Dua Kendaraan, Satu Orang Tewas

"Saya turut bersimpati kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari mereka yang menjadi korban," katanya.

"Saya telah berbicara dengan Komisaris Kepolisian dan Kejahatan Merseyside untuk menyampaikan dukungan penuh kepada polisi dan terima kasih kepada layanan darurat yang merespons kejadian," tambahnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.