Jakarta

Cerita Korban Perundungan di SMA Binus Simprug: Sering Dianiaya hingga Dilecehkan Sejak Awal Sekolah, Pelaku Adalah Anak Para Pejabat?

Saeful Anwar | 16 September 2024, 15:53 WIB
Cerita Korban Perundungan di SMA Binus Simprug: Sering Dianiaya hingga Dilecehkan Sejak Awal Sekolah, Pelaku Adalah Anak Para Pejabat?

AKURAT JAKARTA - Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan adanya dugaan kasus pembullyan yang terjadi di SMA Binus Simprug.

Tak hanya dibully dan dianiaya secara fisik, korban berinisial RE juga mengaku dilecehkan oleh pelaku yang disebut-sebut sebagai anak para pejabat.

Kasus ini mulai mencuat bermula dari cuitan akun media sosial X dengan nama pengguna @kegblgunfaedh.

Baca Juga: Dokter PPDS Anestesi Undip Bunuh Diri dengan Cara Menyuntikan Obat Penenang, Polisi Ungkap Adanya Indikasi Bully

"Mereka malah dengan membanggakan bahwa 'saya ini berbeda', mereka menyampaikan bahwa saya ini adalah orang biasa. Orang tua saya hanyalah pengusaha, sedangkan mereka dengan membanggakan diri 'kamu jangan macam-macam dengan kita-kita ini ada anak dari DPR, ketua partai'," kata RE dalam cuitannya yang menjadi viral.

RE juga menerangkan jika perundungan yang dialaminya sudah terjadi sejak ia masuk SMA Binus Simprug.

Baca Juga: Viral! Siswi SMP di Minahasa Selatan jadi Korban Perundungan 3 Temannya, Netizen: Kurang Ajar!

Dalam kasusnya ada puluhan orang yang terlibat sebagai pelaku dalam kasus perundungan ini.

"Di hari pertama saya dilecehkan, kemaluan saya dipegang oleh para pelaku. Sekitar 30 orang mereka selalu mengejek-ngejek saya, mereka selalu melecehkan saya. Saya dibilang orang kampung, saya tidak mampu," ungkapnya.

Dalam kelompok perundung, juga terdapat ketua geng yang memimpin para pelajar itu.

Baca Juga: Jadi Korban Bullying, Bocah Kelas 4 SD Diminta Makan Roti yang Telah Diisi Tusuk Gigi Sepanjang 4 Senti

Sunan Kalijaga selaku pengacara RE tak banyak komentar soal adanya anak dari pejabat yang terlibat sebagaimana yang disebutkan oleh korban.

"Kalau memang ada pernyataan itu memang itu statement dari anak korban. Jadi waktu itu kami interview sebelum kami ambil kuasanya kami tanya apa yang terjadi, apa yang dialami, para terudga anak-anak pelaku ini siapa," kata Kalijaga.

Sunan Kalijaga juga menerangkan bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan dimana nantinya akan dicari tahu tentang pelaku hingga orang tua pelaku.

"Nanti kita lihat saja di proses penyidikannya, namanya orangtua kan, orangtua korban, orangtua pelaku sekalipun pasti akan saling bertemu silaturahmi, baru nanti disitu bisa tau anak siapa," jelasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.