Cerita Korban Perundungan di SMA Binus Simprug: Sering Dianiaya hingga Dilecehkan Sejak Awal Sekolah, Pelaku Adalah Anak Para Pejabat?

AKURAT JAKARTA - Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan adanya dugaan kasus pembullyan yang terjadi di SMA Binus Simprug.
Tak hanya dibully dan dianiaya secara fisik, korban berinisial RE juga mengaku dilecehkan oleh pelaku yang disebut-sebut sebagai anak para pejabat.
Kasus ini mulai mencuat bermula dari cuitan akun media sosial X dengan nama pengguna @kegblgunfaedh.
"Mereka malah dengan membanggakan bahwa 'saya ini berbeda', mereka menyampaikan bahwa saya ini adalah orang biasa. Orang tua saya hanyalah pengusaha, sedangkan mereka dengan membanggakan diri 'kamu jangan macam-macam dengan kita-kita ini ada anak dari DPR, ketua partai'," kata RE dalam cuitannya yang menjadi viral.
RE juga menerangkan jika perundungan yang dialaminya sudah terjadi sejak ia masuk SMA Binus Simprug.
Baca Juga: Viral! Siswi SMP di Minahasa Selatan jadi Korban Perundungan 3 Temannya, Netizen: Kurang Ajar!
Dalam kasusnya ada puluhan orang yang terlibat sebagai pelaku dalam kasus perundungan ini.
"Di hari pertama saya dilecehkan, kemaluan saya dipegang oleh para pelaku. Sekitar 30 orang mereka selalu mengejek-ngejek saya, mereka selalu melecehkan saya. Saya dibilang orang kampung, saya tidak mampu," ungkapnya.
Dalam kelompok perundung, juga terdapat ketua geng yang memimpin para pelajar itu.
Sunan Kalijaga selaku pengacara RE tak banyak komentar soal adanya anak dari pejabat yang terlibat sebagaimana yang disebutkan oleh korban.
"Kalau memang ada pernyataan itu memang itu statement dari anak korban. Jadi waktu itu kami interview sebelum kami ambil kuasanya kami tanya apa yang terjadi, apa yang dialami, para terudga anak-anak pelaku ini siapa," kata Kalijaga.
Sunan Kalijaga juga menerangkan bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan dimana nantinya akan dicari tahu tentang pelaku hingga orang tua pelaku.
"Nanti kita lihat saja di proses penyidikannya, namanya orangtua kan, orangtua korban, orangtua pelaku sekalipun pasti akan saling bertemu silaturahmi, baru nanti disitu bisa tau anak siapa," jelasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 7Prediksi Skor Genoa vs Fiorentina di Serie A, 10 Oktober 2026: Mampukah Rossoblu Mengakhiri Tren Buruk di Kandang?
- 8Prediksi Skor Augsburg vs Bayern Munich di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Akankah Tuan Rumah kembali Kejutkan Die Roten?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







