Jakarta

Heboh! Siswa MA As-syafi'iyah Tebet Alami Koma Setelah Duel dengan Kakak Kelas, Polisi Sebut Masalah Perempuan, Begini Kronologi Versi Ortu Korban

Sastra Yudha | 12 Oktober 2024, 12:46 WIB
Heboh! Siswa MA As-syafi'iyah Tebet Alami Koma Setelah Duel dengan Kakak Kelas, Polisi Sebut Masalah Perempuan, Begini Kronologi Versi Ortu Korban

AKURAT JAKARTA - Institusi Pendidikan kita kembali dihebohkan dengan kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah.

Kali ini terjadi di Madrasah Aliyah (MA) As-syafi'iyah di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Korban siswa kelas 10 inisial AAP (15). Ia mengalami pendarahan otak hingga koma dan masih dirawat di rumah sakit, setelah duel satu lawan satu dengan kakak kelasnya inisial N (17).

Duel tersebut terjadi pada Selasa siang, 8 Oktober 2024, saat jam istirahat. Duel terjadi gang sepak bola yang ada di dekat sekolah, dan disaksikan sejumlah siswa lainnya.

Baca Juga: Resep Mie Kuah Kari Susu, Gurih Creamy dan Pedas Bikin Selera Makan Meningkat

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Gogo Galesung, menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi bukanlah penganiayaan atau pengeroyokan. Melainkan duel satu lawan satu.

AKP Gogo juga menyebut, duel satu lawan satu itu diduga dilatarbelakangi masalah asmara.

Pelaku merasa tidak terima karena korban dekat dengan salah satu perempuan. “Jadi itu masalah perempuan, masalah pacar,” ujar Gogo, Jumat (11/10/2024).

Sementara M (49), orang tua korban, mengungkap kronologi kejadian tersebut. Kronologi itu ia peroleh dari keterangan beberapa siswa dan saksi di lokasi.

M mengatakan, peristiwa terjadi saat jam istirahat. Tiba-tiba, putranya ditarik pelaku ke luar area sekolah menuju sebuah gang.

"Cerita dari temannya, katanya anak saya ditarik pas jam istirahat. Kan memang sekolah itu kan punya masjid di luar pagar sekolah, memang satu yayasan semua. Jadi pas jam istirahat itu anak saya ditarik dibawa ke dalam gang dekat sekolah," ungkapnya.

Di gang tersebut, lanjut M, anaknya dianiaya pelaku. Ada sekitar 12 siswa lainnya yang ikut menyaksikan penganiayaan itu.

Baca Juga: Tak Terima dan Sakit Hati Lantaran Disuruh Putus, Pemuda 19 Tahun Nekat Lakukan Percobaan Pembunuhan kepada Orangtua Pacarnya

Masih berdasarkan keterangan siswa yang ada di lokasi, korban diinjak pelaku di bagian kepala. Bahkan bekas jejak sepatu masih menempel di wajah korban.

"Iya memang diinjak beberapa menit, terus diinjak terus diputar, terus digetokin sampai diinjak. Yang atasnya (muka) kan bekas telapak sepatu yang kanan sampai retak itu tulangnya," tuturnya.

"Nggak satu menit atau dua menit, diinjak sampai pingsan, hampir mati jatuhnya. Pokoknya sampai di RS sudah kritis," imbuhnya.

Aksi perkelahian tersebut bubar setelah dilerai warga sekitar. Saat itu korban sudah dalam kondisi tergeletak tak sadarkan diri.

Korban selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit. Bahkan, lanjut M, terduga pelaku ikut bersama pihak sekolah untuk mengantar korban ke rumah sakit.

Berdasarkan diagnosis dokter sementara, korban mengalami sejumlah luka serius hingga pendarahan otak. Hingga kini korban masih belum sadarkan diri.

Baca Juga: Timnas Indonesia Diminta Segera Fokus pada Laga Melawan China Usai Bermain Imbang Lawan Bahrain.

"Sebelah kanan retak bengkak, pendarahan otak yang kirinya itu otaknya rusak. Iya pendarahan otak, jadi otaknya itu sampai remuk juga bukan pendarahan aja. Otak kirinya itu remuk rusak itu," tutupnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.