Jakarta

Viral di Medsos! Kanit Reskrim Tewas Dikeroyok Sopir Truk BBM Ilegal, Netizen Terheran-heran: Kok Senjatanya Gak Dipakai, Anak Buahnya Kemana Aja?

Sastra Yudha | 24 Desember 2024, 11:11 WIB
Viral di Medsos! Kanit Reskrim Tewas Dikeroyok Sopir Truk BBM Ilegal, Netizen Terheran-heran: Kok Senjatanya Gak Dipakai, Anak Buahnya Kemana Aja?


AKURAT JAKARTA - Heboh di media sosial, ada seorang anggota polisi yang menjabat Kanit Reskrim sebuah Polsek di Kalimantan tewas dalam tugas karena digebuki sopir truk pengangkut BBM illegal.

Korban adalah Kanit Reskrim Polsek Batu Sopang, Aipda Kiswanto. Peristiwa mengenaskan itu terjadi pada tanggal 17 Desember 2024 lalu.

Saat kejadian, Aipda Kiswanto sedang melakukan penyelidikan BBM ilegal di Desa Batu Butok, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Baca Juga: Staf UIN Alauddin Mendadak Meninggal Usai Namanya Disebut Dalam Kasus Produksi Uang Palsu, Polisi Pastikan Bukan Tersangka

Padahal saat melakukan tugas tersebut, Aipda Kiswanto didampingi 2 anak buahnya. Mereka melakukan patroli menggunakan mobil dinas.

Itulah yang membuat netizen terheran-heran. Kok bisa, petugas yang biasanya selalu bawa senjata, bisa tewas di tangan sipil. Apalagi, korban adalah Kanit Reskrim.

Berbagai pertanyaan pun muncul: Kemana anak buahnya? Kok senjatanya tidak digunakan, saat nyawa terancam? Kok sopir truk BBM illegal begitu berani melawan polisi? Jangan-jangan mereka dibekingi polisi yang pangkatnya lebih tinggi?

Netizen pun membandingkan dengan penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap pelajar SMK di Jawa Tengah, beberapa bulan lalu.

“Sekelas Kanit dipukuli preman, anak buahnya pada kemana itu,” tulis akun @batujuh_dki.

“Giliran memgancam nyawa senjata gak dipake, pas gak ada ancaman dan target tdk membahayakan malah seenaknya letusin senjata...,” tulis Mohamat Mutajir dengan akun X@mutajir_mohamat.

“Koq seperti tidak ada upaya pembelaan ya? Biasanya kan ada tindakan tegas saat ada upaya membahayakan petugas?,” kata akun @abahnanisa.

Baca Juga: Lowongan Kerja di Bekasi, Posisi untuk Arsitek Desain, Tertera di Sini Tawaran Gajinya

“Saya lebih aneh sopir lebih berani ke kanit reskrim dan bukan sebaliknya. Patut dicurigai orang-orang dibalik sopir tersebut,” tulis akun @iChabeStore.

Diberitakan, bahwa sebelum kejadian, Aipda Kiswanto mendapatkan laporan dari warga terkait adanya transaksi BBM illegal.

Aipda Kiswanto didampingi dua anak buahnya pun langsung melakukan pengecekan ke lokasi.

Benar saja, ia mendapati dua mobil yang dicurigai melakukan transaksi BBM ilegal di pinggir jalan.

Aipda Kiswanto pun langsung melakukan pemeriksaan ke sopir dan kernet yang tengah menurunkan muatan dari mobil yang diduga membawa BBM illegal tersebut.

Aipda Kiswanto pun mengatakan bahwa dirinya dari kepolisian, kemudian bertanya soal BBM yang mereka angkut.

Akan tetapi pelaku yang diketahui berinisial I dan MS malah menantang Aipda Kiswanto.

"Ada apa cek-cek mobil saya," kenang Aipda Helmi, yang ikut mendampingi Kanit Reskrim saat itu.

Baca Juga: Jangan Lupa, Konser Denny Caknan Hari Ini di Cirebon, Catat Lokasinya di Sini

Ketiga anggota Polsek Batu Sopang itu pun berusaha mengamankan para pelaku. Namun mereka melakukan perlawanan. Aipda Kiswanto dikeroyok dua orang.

Akibatnya, Kanit Reskrim itu roboh dan pingsan di lokasi kejadian. Kemudian, dua anak buahnya langsung membawanya ke Puskesmas terdekat.

Sayang, nyawanya tidak tertolong. Tak lama berselang, kepolisian kembali mendatangi lokasi kejadian dan berhasil mengamankan para pelaku.

Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti 300 liter BBM ilegal. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa pelaku membawa 500 liter BBM illegal, namun 200 liter di antaranya telah terjual.

Pelaku mengaku mendapatkan BBM tersebut dari SPBU di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Timur. Mereka sudah menjalankan bisnis illegal tersebut selama 6 bulan terakhir. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.