Jakarta

Viral di Sosmed, Komunitas Pecinta Alam di Bitung Pakai Kekerasan saat Acara Orientasi

Titania Isnaenin | 2 Oktober 2025, 18:46 WIB
Viral di Sosmed, Komunitas Pecinta Alam di Bitung Pakai Kekerasan saat Acara Orientasi

 

 

AKURAT JAKARTA- Jagat media sosial dihebohkan oleh sebuah video kekerasan yang diduga merupakan bagian dari orientasi anggota baru sebuah komunitas pecinta alam di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).

Rekaman tersebut memperlihatkan aksi perundungan dan kekerasan fisik yang dialami oleh sekelompok pemuda, memicu kemarahan publik dan kini telah berujung pada laporan polisi.

Video yang beredar luas itu menampilkan pemandangan yang memprihatinkan.

Baca Juga: Shell Indonesia Dipastikan Tutup Bisnis SPBU 2026 Mendatang

Para anggota baru komunitas tersebut terlihat bertelanjang dada, hanya mengenakan topi atau slayer biru yang melingkari leher mereka.

Dalam posisi berlutut, satu per satu pemuda tersebut menjadi sasaran kekerasan.

Mereka ditempeleng berulang kali di pipi secara bergantian.

Baca Juga: Elon Musk Ngamuk di X, Serukan Boikot Netflix, Ada Apa?

Tak hanya itu, kekerasan meningkat menjadi tendangan keras yang diarahkan ke bagian dada para anggota baru.

Narasi yang menyertai video menyebutkan bahwa aksi tak senonoh dan brutal ini adalah bagian dari tradisi pengenalan anggota baru.

Imbas kejadian tersebut, beberapa anggota baru dilaporkan mengalami luka-luka di sekujur tubuh.

Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Kompak Melesat Naik, UBS Terpantau Paling Tinggi

Salah satunya korban berinisial AA yang diketahui alami memar dan luka serius usai kegiatan tersebut.

Ibu korban Nurdiana yang mengetahui kejadian itu langsung melapor ke pihak kepolisian.

Menurut keterangan korban, ia dipikul secara bergantian dan diminta untuk tidak membocorkan kegiatan itu. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.