Jakarta

Gegara Mau Jual Tanah Warisan, Kakek di Cimanggis Bersimbah Darah Ditusuk Anak Kandung

Sastra Yudha | 3 Oktober 2023, 22:26 WIB
Gegara Mau Jual Tanah Warisan, Kakek di Cimanggis Bersimbah Darah Ditusuk Anak Kandung

AKURAT JAKARTA - Warisan paling berharga adalah ilmu. Warisan harta seringkali menyebabkan petaka.

Seperti yang terjadi Kampung Tipar, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pada Selasa (3/10/2023) tadi pagi.

Seorang kakek inisial S (64), bersimbah darah setelah ditusuk oleh anak kandungnya berinisial RT (27).

Kapolsek Cimanggis, Kompol Arief Budiharso, membenarkan adanya peristiwa penusukan yang dilakukan seorang anak terhadap bapak kandungnya.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Selasa (3/10/2023) sekira pukul 10.30 WIB.

Dikatakan Arief, sebelum penikaman, saksi mata inisial G (45), mengaku mendengar keributan antara korban dan pelaku.

Baca Juga: Tips Melindungi Anak dari Bullying, Peran Orangtua Sangat Penting

"Selanjutnya saksi G mendengar ada teriakan minta tolong dari korban. Dan saksi langsung mendatangi TKP," kata Arief dalam keterangannya, Selasa (3/10/2023).

Kemudian, saksi menemukan korban dalam kondisi berlumuran darah sambil memegangi perut sebelah kiri dan dada sebelah kana.

Sedangkan pelaku terlihat berdiri dan terdiam memandangi korban yang berlumuran darah. Sementara di dekat pelaku ada sebilah pisau yang berlumuran darah.

Warga yang datang pun langsung mengamankan pelaku. Sedangkan korban dilarikan ke Rumah Sakit Tugu Ibu, Cimanggis, Depok.

"Korban saat ini dirawat di Rumah Sakit Tugu Ibu Mekarsari, Cimanggis, Depok, dan masih dalam keadaan hidup," kata Arief.

Baca Juga: Mulai 4 Oktober 2023 Besok, TikTok Shop Seller di Indonesia Resmi Ditutup

Kapolsek mengatakan, penusukan tersebut diduga terkait masalah tanah warisan. Infonya, korban hendak menjual tanah, namun tak dibicarakan dengan pelaku.

Akibatnya, pelaku marah kepada korban. Sehingga terjadilah cekcok mulut antar keduanya yang berujung penusukan.

"Jadi ada beberapa harta keluarga yang dari bapaknya ini mau dijual, tapi tanpa konfirmasi dengan anaknya. Sehingga anaknya menanyakan, 'kenapa harus dijual?' Di situlah timbul perdebatan yang berujung penusukan," ungkapnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.