Jakarta

GEGER! Santri Remaja di Kediri Tewas Mengenaskan, Ada Bekas Luka Tusuk di Dada hingga Jeratan di Leher, 4 Senior Jadi Tersangka, Begini Kronologinya

Sastra Yudha | 27 Februari 2024, 16:10 WIB
GEGER! Santri Remaja di Kediri Tewas Mengenaskan, Ada Bekas Luka Tusuk di Dada hingga Jeratan di Leher, 4 Senior Jadi Tersangka, Begini Kronologinya

AKURAT JAKARTA - Seorang santri remaja di Kediri, Jawa Timur, meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan. Diduga menjadi korban penganiayaan para seniornya.

Korban bernama Bintang Balqis Maulana (14). Ia merupakan santri di Pondok Pesantren Tahfidz Quran (PPTQ) Al Hanifiyyah di Mojo, Kediri, Jawa Timur.

Korban berasal dari Kampung Anyar, Kendenglembu, Karangharjo, Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur.

Korban dipulangkan kepada keluarganya dalam keadaan tak bernyawa, pada Jumat, 23 Februari 2024 siang.

Baca Juga: Seru! Ratusan Anak Antusias Ikuti Perayaan WRAD yang Digelar Tangerang Read Aloud

Saat dipulangkan, korban disebut meninggal dunia karena terjatuh di kamar mandi.

Namun, pihak keluarga tak percaya begitu saja, karena ada bercak darah di keranda mayat.

Ketika dibuka, alangkah terkejutnya keluarga usai mengetahui jenazah korban dalam keadaan yang mengenaskan. Tubuhnya penuh lebam dan luka robek.

Pada Sabtu, 24 Februari 2024, keluarga melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Kini polisi telah menetapkan 4 orang santri senior sebagai tersangka.

Baca Juga: Wulan Guritno Diam-diam Gugat Mantan Pacar Rp396 Juta

Berikut kronologinya: 

Kakak korban, Mia Nur Khasanah, mengungkapkan bahwa pihak pondok pesantren saat mengantar jenazah adiknya mengatakan, penyebab kematian korban dikarenakan terjatuh dari kamar mandi.

"Awalnya dikabarkan meninggal karena terjatuh di kamar mandi. Kami pun kaget," kata Mia dikutip Selasa, 27 Februari 2024.

Pihak keluarga curiga Bintang meninggal secara tak wajar. Sebab, kata Mia, ada darah yang terus keluar dari keranda pembungkus jasad korban.

Karena curiga, pihak keluarga pun meminta kain kafan pembungkus jasad korban dibuka. Namun, permintaan keluarga sempat ditolak oleh FTH, sepupu korban yang mengantarkan Bintang bersama empat orang lain dari ponpes.

"Kata sepupu saya sudah suci. Jadi nggak perlu dibuka (kain kafan) itu. Tapi kami tetap ngotot, karena curiga adanya ceceran darah yang keluar dari keranda," katanya.

Setelah didesak, akhirnya kain kafan korban pun dibuka. Saat itu keluarga terkejut dan histeris melihat kondisi jenazah yang penuh luka.

"Astaghfirullah. Luka lebam di sekujur tubuh, ditambah ada luka seperti jeratan di leher. Hidungnya juga terlihat patah," tuturnya.

Baca Juga: Simak 3 Zodiak yang akan Mengalami Keberuntungan pada 26 Februari Hingga 3 Maret 2024

Luka Bakar Sundutan Rokok

Tak hanya itu, Mia juga menyebut, ada luka sundutan rokok pada bagian kaki dan luka menganga di dada.

Keesokan harinya, keluarga pun melaporkan kematian tak wajar korban ke Polsek Glenmore. Kemudian, kasusnya diambil alih penanganannya oleh Polresta Kediri.

Usai dilakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan, polisi pun menetapkan empat tersangka dalam kasus kematian Bintang.

Keempat tersangka ini merupakan senior korban di Ponpes tersebut, yaitu inisial MN (18), MA (18), AF (16), AK (17).

Kapolres Kediri Kota, AKBP Bramastyo Priaji, mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara, kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian korban diduga dipicu kesalahpahaman.

"Motif diduga karena kesalahpahaman antara anak-anak pelajar. Jadi antara mereka mungkin ada salah paham kemudian terjadi penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia," kata Kapolres.

Baca Juga: Loyal dan Setia, Simak 3 Zodiak yang Akan Terus Mencintai Pasangannya

Pengasuh Pesantren Tak Tahu

Sementara Pengasuh Ponpes PPTQ Al-Hanifiyyah, Fatihunada atau Gus Fatih, mengaku tak tahu bahwa penyebab kematian santrinya itu karena adanya penganiayaan.

Gus Fatih mengaku dirinya mendapatkan laporan Bintang meninggal dunia di rumah sakit akibat terpeleset di kamar mandi pada Jumat, 23 Februari 2024.

Kabar tersebut diketahui dari FTH. "Saya mendapat laporan itu jatuh terpeleset di kamar mandi terus kemudian dibawa ke rumah sakit dari saudaranya," ucap Gus Fatih.

"Kemudian saya spontan bertanya sakit apa kok ke rumah sakit, tapi ya saya percaya karena yang menyampaikan kakaknya (sepupu). Masak kakaknya mau menipu, kan kecil kemungkinan," lanjutnya.

Gus Fatih pun kemudian ikut mengantarkan jenazah bersama FTH dan santri lainnya. Gus Fatih mengaku terkejut saat melihat kondisi jenazah.

"Saya tidak tahu sama sekali ada penganiayaan," ucapnya.

Baca Juga: Susah Move On! Simak 3 Zodiak yang Masih Terobsesi dengan Mantan Kekasihnya 

Minta Dijemput Pulang ke Ibu

Sedangkan ibu korban, Suyanti (38), mengaku sang anak sempat mengirim pesan melalui WhatsApp, minta dijemput pulang.

"Minta dijemput. Saya tanya alasannya kenapa, tidak disebutkan. Intinya minta dijemput," katanya.

Pesan itu dikirim Bintang pada Senin, 19 Februari 2024. Saat itu, Suyanti pun meminta sang anak untuk bersabar sampai bulan Ramadhan.

Akan tetapi, Bintang bersikukuh meminta pulang dan mengaku takut. "Cepet sini. Aku takut, Ma. Tolong, Ma. Sini cepat jemput," ucap Suyanti. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.