Jakarta

TRAGIS! Satu Keluarga: Ayah, Ibu dan Dua Anak Remaja Bunuh Diri Lompat dari Lantai 22 Apartemen Teluk Intan Jakarta Utara, Begini Kronologisnya

Sastra Yudha | 10 Maret 2024, 14:38 WIB
TRAGIS! Satu Keluarga: Ayah, Ibu dan Dua Anak Remaja Bunuh Diri Lompat dari Lantai 22 Apartemen Teluk Intan Jakarta Utara, Begini Kronologisnya

AKURAT JAKARTA - Ingat! Peristiwa ini bukan untuk dicontoh. Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua anaknya yang berusia remaja, nekat bunuh diri dengan lompat dari lantai 22 Tower Topaz, Apartemen Teluk Intan, Jakarta Utara.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Sabtu, 9 Maret 2024. Berdasarkan rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi, korban terlihat sudah mempersiapkan dengan matang terkait aksi bunuh diri tersebut.

"Dari gerak gerik kami menyimpulkan ini bunuh diri yang sudah dipersiapkan bersama," kata Kapolsek Metro Penjaringan, Kompol Agus Ady Wijaya.

Berdasarkan hasil identifikasi petugas, diketahui para korban merupakan satu keluarga.

Baca Juga: Jangan Lupa! Sore Ini, Minggu 10 Maret 2024, Ada Konser Gildcoustic dan FakeDopp di Parkir Timur Plaza Surabaya, Beli Tiket Bisa Langsung di Tempat

Sang ayah berinisial EA (50), ibu inisial AIL (48), dan dua anaknya yang masih remaja, yakni JL (perempuan berusia 16 tahun), dan JWA (laki-laki berusia 13 tahun).

Diketahui, para korban bunuh diri ini merupakan penghuni salah satu kamar di Apartemen Teluk Intan. Namun, keluarga ini sempat meninggalkan apartemen sejak 2 tahun silam.

Pada Sabtu, 9 Maret 2024, mereka kembali ke apartemen dan langsung bunuh diri. "Baru hari ini mereka kembali ke apartemen ini. Dan langsung ada kejadian seperti ini," ujar Agus.

Berdasarkan rekaman CCTV, sekeluarga tersebut tiba di apartemen Teluk Intan Jakarta Utara sekitar pukul 16.02 WIB.

Mereka turun dari mobil Grandmax B 2962 BIQ berwarna putih. Setibanya di depan lobi, mereka langsung masuk apartemen dan menuju lift.

Setelah keluar dari lift, mereka lanjut naik ke rooftop menggunakan tangga darurat.

Di dalam lift, terlihat AE sempat mencium kening istrinya AIL. Selain itu, AIL juga mengumpulkan semua ponsel korban ke dalam tas yang dibawanya.

Tak lama setelah itu, sekitar pukul 16.15 WIB, petugas keamanan yang berada di depan lobi mendengar suara dentuman keras.

Baca Juga: MAGNIFICENT RAMADHAN 2024: Berburu Diskon Sambil Menikmati Konser Gratis Fabio Asher dan Tiara Andini di Grand Metropolitan Bekasi, Catat Tanggalnya!

Ketika menoleh, empat mayat telah tergeletak di pelataran parkir dalam posisi telentang. Selanjutnya, saksi melaporkan hal ini ke Polsubsektor Teluk Intan.

Pada pukul 16.40 WIB, petugas melakukan pengecekan dan mengonfirmasi peristiwa tersebut. Pihaknya lantas menghubungi tim Inafis Polres Metro Jakarta Utara.

Pada pukul 18.30 WIB, 5 anggota tim Inafis melakukan identifikasi pada tubuh korban.

Pada pukul 19.05 WIB, keempat jenazah dievakuasi ke RS Cipto Mangunkusumo menggunakan tiga unit ambulans untuk dilakukan visum et repertum.

Berdasarkan pemeriksaan tim Inafis, korban dinyatakan meninggal dunia dengan luka retak di kepala bagian belakang.

Selain itu, seluruh korban juga mengalami patah tulang tangan, kaki, dan pinggang.

Saat melompat dari lantai 22 apartemen, keempat korban saling mengikat tangan mereka dengan tali.

"Pada saat terjatuh, EA terikat dalam tali yang sama dengan JL. AEL terikat tali yang sama dengan JWA," ungkapnya.

Ia mengatakan, tali tersebut terlepas ketika mereka telah jatuh di area parkir. "Hanya saja, tali masih melilit tangan AEL dan JWA," katanya.

Baca Juga: Pemprov DKI Beli 5 Motor Listrik Rp 6,3 Miliar untuk Kawal Pimpinan VVIP

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penelusuran terkait motif sekeluarga melakukan bunuh diri tersebut.

"Kita akan coba hubungi orang terdekat dari korban untuk menelusuri motif kejadian ini," kata Agus.

Selain itu, petugas juga memeriksa identitas kendaraan Grandmax B 2962 BIQ berwarna putih. Mobil tersebut yang terlihat di CCTV mengantarkan korban ke apartemen. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.